oleh

Pembangunan Jalan, Drainase hingga Ketenagakerjaan Jadi Aspirasi Utama

TIMIKA – Usulan mengenai kebutuhan pembangunan dan perbaikan sarana jalan, drainase, serta masalah ketenagakerjaan, khususnya aksi mogok kerja (moker) karyawan menjadi aspirasi terbanyak yang diutarakan masyarakat yang menghadiri agenda Reses II Anggota DPRD Mimika, Anthon Pali’, Selasa malam (17/11) di kediamanya di Gang Rama, Jalan Busiri Ujung.

Anthon Pali’ yang adalah Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD ini menggelar kegiatan reses tahap 2 untuk menjaring aspirasi rakyat yang mana sebagian usulan lebih kepada pembangunan fisik berupa jalan, drainase dan juga masalah ketenagakerjaan, sehingga kedepan masyarakat bisa merasakan pembangunan.

Dikatakanya, ia mengumpulkan masyarakat yang berdomisili di Daerap Pemilihan (Dapil) I untuk menyampaikan aspirasi mereka kepadanya selaku wakil rakyat. Ia sendiri kata Anthon, sengaja menggelar kegiatan reses di kediamanya agar masyarakat bisa lebih dekat dengannya dan pintu rumahnya selalu terbuka kapan saja bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi mereka ke depan.

Dalam reses ini sebutnya, masyarakat sudah menyampaikan aspirasinya dan ia berharap agar apa yang sudah diusulkan ini bisa menjadi perhatian pemerintah.

“Masyarakat sudah menyampaikan aspirasinya, jadi untuk itu kami minta kepada pemerintah supaya setiap aspirasi ini diakomodir dengan baik oleh pemerintah, supaya masyarakat semua menikmati hasil pembangunan pemerintah itu sendiri,” kata Anthon.

Dalam reses ini, warga juga mengeluhkan pelebaran Jalan C Heatubun yang mana jalan tersebut ditutup untuk keperluan pelebaran jalan tanpa mempertimbangan aktivitas warga. Melihat masalah ini, Anthon mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait dan pihak kontraktor agar saat pelebaran jalan, bisa tetap memberikan ruang bagi warga untuk dapat beraktivitas, baik lalu lintas dan juga lapak-lapak yang berada di sekitar area pelebaran jalan. Hal ini tentunya berdampak pada pendapatan para pedagang kaki lima yang berada di situ.

“Di Jalan Baru (Jalan C Heatubun) itu sementara pelebaran jalan, dan dimohon kepada pemerintah dan kontraktor yang mengerjakan jalan itu supaya jalan itu jangan di tutup semua, tapi harus dibagi dua jalur supaya aktivitas masyarakat itu bisa berjalan dengan baik. Jangan sampai jalan itu ditutup pun sekalipun itu pembangunan jalan untuk kepentingan masyarakat bisa menimbulkan persoalan baru di masyarakat, karena (akses) keluar masuk itu ditutup,” paparnya.

Begitu juga masalah ganti rugi lahan setelah pelebaran jalan, warga mengakui sudah ada penyampaian dari pemerintah untuk mengganti rugi, namun saat ini masyarakat butuh realisasi, bukan janji.

Politisi Partai NasDem tersebut mengutarakan bahwa, dirinya akan menyampaikan hal tersebut kepada pemerintah agar diganti rugi. Karena sudah banyak terjadi pembangunan dilakukan tanpa melihat status tanah, sehingga banyak bangunan yang menjadi bermasalah karena status tanah.

“Untuk lebaran di jalan utama di jalan baru itu akan diberikan ganti rugi, dan masyarakat menyampaikan melalui reses kedua ini bahwa kami hanya diberikan janji tapi bukti fisiknya belum ada belum dibayarkan,” katanya.

Selain itu, warga juga mengharapkan agar lorong-lorong yang belum di-tailing atau aspal agar direalisasikan oleh pemerintah, sehingga masyarakat merasa diperhatikan.

“Kalau bisa lorong-lorong itu sudah diselesaikan cepat, jangan ditunda lagi, itu anggaran besar begitu baru pembangunan tersendat-sendat, jadi harus direalisasikan aspirasi masyarakat supaya pemerintah bisa mendapatkan dukungan moral dari masyarakat dan dukungan doa, tapi kalau pemerintah hanya sepotong-sepotong saja yang dilakukan masyarakat akan ribut,” jelasnya.

Selain itu, masyarakat dalam kesempatan ini juga mengeluhkan soal mogok kerja yang belum ada penyelesaian. Sebagai Partai yang sangat peduli akan nasib para masyarakat semua kalangan, termasuk para karyawan, Anthon mengatakan pihaknya sudah mengawal hal ini, namun semua diharapkan bersabar sebab ini adalah masalah skala internasional. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *