oleh

Setelah Serap Aspirasi, Reddy Wijaya Turlap Ke Dapil I

TIMIKA – Anggota DPRD dari Komisi A Reddy Wijaya langsung melakukan agenda Turun Lapangan (Turlap) setelah melaksanakan kegiatan Reses II. Setelah melakukan reses dengan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di Dapil I, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini langsung ke lapangan, guna memastikan apa yang disuarakan oleh masyarakat pada saat reses memang benar.

Turlap sendiri dilaksanakan sehari, Rabu (18/11) mulai dari  seputaran Gang Bhayangkari di  Jalan Yos Sudarso, Jalan Pendidikan Jalur II, Gang Sahabat di Jalan Busiri Ujung dan Gang Flora di Kelurahan Pasar Sentral.

Dalam aksi Turlap ini, warga Sempan RT 11 Yoyok mengatakan sejak tahun 2004 masyarakat belum tersentuh dengan pembangunan jalan maupun drainase yang dibangun oleh pemerintah. Dikatakan Yoyok, melihat semakin bertambahnya jumlah penduduk sampai ratusan orang, maka mereka sepakat untuk menimbun jalan yang ada ini.

“Sejak 2004 kami di sini. Belum ada perhatian pemerintah untuk bangun jalan ataupun drainase, ini jalan ada karena swadaya masyarakat,” ujarnya.

Walaupun telah menimbun jalan, namun masyarakat belum bisa tenang, sebab masih dihantui dengan musibah banjir yang kerap datang ketika turun hujan lebat. Bahkan, banjir sebutnya sampai menggenangi perumahan masyarakat.

Dengan kedatangan Reddy Wijaya ini, Yoyok mewakili masyarakat berharap agar apa yang menjadi usulan agar mereka diperhatikan oleh pemerintah, dengan pembuatan sarana drainase sebelum dibangun jalan serta perbaikan atau pengerukan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sekitar perumahan masyarakat ini bisa dikabulkan.

Sama halnya dengan apa yang dikeluhkan oleh Karmidi, mewakili masyarakat di Gang Sahabat. Permintaan masyarakat sebutnya adalah pemerintah bisa membangun jalan yang bagus dengan drainase yang lancar. Di  Gang Sahabat ini, ada 5 gang lainnya lagi yakni Gang Ketapang, Cempaka, Khatulistiwa, Cendana, Sam Ratulangi Ujung sepanjang Jalan Sahabat.

Sejak 2011 sebut Karmidi, belum tersentuh pembangunan jalan dan drainase oleh pemerintah. Warga sendiri iuran Rp 200 ribu per KK untuk ratakan dan timbun jalan ini.

“Harapan segera dibangun agar masyarakat senang. Kompleks Lamongan 80 KK. Kalau ditotal kurang lebih 400 KK di sepanjang  Gang Sahabat,” jelasnya.

Menanggapi usulan langsung dan melihat di lapangan, Reddy mengatakan ia sudah lihat dan akan masukan ke dalam tambahan Pokok Pikiran (Pokir), sehingga diharapkan pada anggaran tahun 2021 mendatang, usulan darinya yang langsung didapat di lapangan ini bisa diakomodir oleh pemerintah.

“Saya akan masukan ke tambahan pokir dan berharap di tahun 2021 bisa diakomodir untuk pembangunan infrastruktur oleh Dinas PUPR. Saya mau perjuangkan, karena ini memang belum diperhatikan,” imbuhnya.(ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *