oleh

Hampir 100 Aduan Dilaporkan ke PPA Reskrim Polres Sejak Januari

TIMIKA – Sejak Januari 2020, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Reskrim Polres Mimika menerima hampir 100 aduan. Di mana sebagian besar berkaitan dengan perempuan, dan juga anak. Hal ini dipastikan Kanit PPA Reskrim Polres Mimika, Iptu Fanny Silvia, Rabu (25/11).

Iptu Fanny Silvia merincikan, kasus yang diadukan itu di antaranya KDRT 28 kasus, perlindungan anak 28 kasus, perzinahan 10 kasus, percobaan pemerkosaan lima kasus, kejahatan terhadap kesopanan satu kasus, kejahatan terhadap kesusilaan tiga kasus.

Sedangkan ada juga aduan berkaitan dengan kasus pencemaran nama baik sejumlah lima kasus, UU ITE tiga kasus.

“Kami juga menerima aduan kasus pencurian sejumlah 3 laporan, pemalsuan dokumen satu laporan, penganiayaan lima kasus, curanmor satu kasus, penipuan dua kasus, anak hilang satu kasus dan pengancaman satu aduan,” sebutnya.

Iptu Fanny mengungkapkan, dari sejumlah laporan tersebut, ada sekitar enam buah aduan yang sudah mencapai P21 atau kasusnya sudah disidangkan di pengadilan. Sedangkan sisanya masih dalam tahap pemberkasan.

“Kalau yang lain kebanyakan seperti KDRT itu diselesaikan secara kekeluargaan. Spesifiknya, berkaitan dengan kasus perlindungan anak. Soalnya pihak keluarga malu jika kasus tersebut dilanjutkan,” ungkapnya.

Untuk kendala yang dihadapi dalam penanganan kasus yang berkaitan dengan Perempuan dan Anak, dijelaskan Iptu Fanny, bahwa pihaknya mengalami kendala ketika hendak meminta keterangan korban. Dalam hal ini anak. Apalagi jika dalam kasus tersebut, si anak berkasus dengan orang terdekat.

Mengenai penanganan kasus pemalsuan dokumen dan sejumlah kasus lainnya diluar kasus Perempuan dan Anak, Iptu Fanny mengungkapkan, kasus itu kini mulai juga ditangani oleh Unit PPA Reskrim Polres Mimika. Hal itu dimulai, tepatnya sejak pimpinan Reskrim Polres Mimika masih dipimpin pejabat sebelumnya.

“Kasus curanmor, pencurian dan penipuan itu sebenarnya tidak masuk dalam Tupoksi Unit PPA namun diberikan kepercayaan, agar bisa menangani kasus-kasus tindak pidana umum,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *