oleh

Pemda Mimika Terus Gali Potensi Ekonomi Daerah

TIMIKA – Ekonomi Kabupaten Mimika selama ini masih bergantung pada sektor pertambangan. Padahal ada banyak potensi yang belum dikembangkan. Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kemudian menyusun masterplan pembangunan ekonomi daerah untuk menjadi acuan kebijakan dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Dalam seminar yang digelar Kamis (26/11) kemarin di kantor Bappeda, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Mimika, Ir Syahrial, MM menegaskan salah satu bidang pembangunan yang sedang digenjot pemerintah adalah bidang ekonomi. Ini berkaitan dengan pelaksanaan salah satu kewenangan dan kewajiban pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat akan barang dan jasa.

Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Mimika diungkapkan Syahrial, menunjukkan bahwa dari 17 sektor lapangan usaha di Mimika ternyata sektor unggulan adalah pertambangan dan penggalian. Dimana sektor ini setiap tahunnya memiliki kontribusi sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi Mimika.

Namun lanjutnya pertambangan belum diimbangi atau belum berpengaruh positif terhadap sektor lainnya. Ini menunjukkan masih terdapat ketidakseimbangan dalam proses perekonomian atau terjadi ketimpangan. Dimana sektor terbelakang tidak mengalami perkembangan signifikan.

Sektor pertambangan mengandalkan sumber daya alam yang tidak terbarukan dan ketersediannya terbatas. Sehingga tidak dapat diandalkan sebagai motor pembangunan dalam jangka panjang. Untuk itu proses perencanaan pembangunan ekonomi Mimika kedepan perlu ada transisi seperti perikanan, pariwisata dan pertanian dengan memetakan kondisi sektor perekonomian.

Kepala Bappeda Mimika, Ir Yohana Paliling, MSi menambahkan untuk pembangunan ekonomi daerah harus memperhatikan semua sektor karena saling berkaitan. Terutama infrastruktur dan sarana pendukung seperti transportasi. “Kalau itu tidak ada, ekonomi sulit berkembang,” ujarnya.

Dicontohkan dari wilayah pesisir dengan potensi perikanan dan perkebunan tapi karena tidak ada akses maka masyarakat kesulitan dalam penjualan. Akhirnya potensi itu tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Kendala lain dalam pengembangan ekonomi menurut Yohana adalah demografi. Dimana masyarakat masih sangat bergantung. Kemudian persoalan jaminan kesiapan lahan. Ada banyak investor yang ingin berinvestasi di Mimika  tapi akhirnya kandas karena banyak faktor salah satunya tidak adanya jaminan lahan.

Ditambah lagi dari sisi aturan lingkungan hidup. Dimana Mimika sebagian besar memang merupakan wilayah hutan tapi masuk dalam kawasan hutan lindung. Bahkan sebagian wilayah masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz.

Selain pertambangan, setidaknya ada tiga sektor yang dinilai menjadi potensi unggulan diantaranya bidang pertanian, kehutanan dan perikanan. Kemudian konstruksi serta jasa lainnya seperti hiburan dan rekreasi. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *