oleh

Panglima TNI dan Irwasum Polri Temui Sejumlah Tokoh di Mimika

TIMIKA – Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Irwasum Polri, Komjen Pol Agung Budi Maryoto mengunjungi Kabupaten Mimika, Sabtu (28/11). Dalam kunjungannya di Mimika, Panglima TNI dan Irwasum Polri menyempatkan diri bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat di Rimba Papua Hotel. Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan yang berlangsung selama lebih dari dua jam dan tertutup untuk awak media tersebut.

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Ahmad Riad dalam keterangannya menjelaskan, pertemuan tersebut membahas sejumlah hal, pertama, terkait masalah protokol kesehatan. Hal ini dinyatakannya di seluruh dunia masih menjadi suatu wabah, sehingga perlu ditekankan protokol penanganan kesehatan.

“Apalagi disampaikan juga, Covid-19 di Papua dan Papua Barat masih cukup tinggi,” ujarnya.

Pertemuan tersebut juga membahas agenda Pilkada yang akan berlangsung di 9 Kabupaten di Papua Barat dan 11 Kabupaten di Papua. Dalam pertemuan itu, baik Panglima TNI dan Irwasum Polri berharap ada kedewasaan politik dan berdemokrasi dalam menyampaikan aspirasi.

“Masyarakat diharapkan berpartisipasi dalam membangun demokrasi yang lebih baik. Hingga akan menyukseskan Pilkada dan menjadikannya fundamental bagi pembangunan dan kesejahteraan warga Papua dan Papua Barat,” jelas Mayjen Ahmad Riad.

“Perbedaan politik jangan membuat persatuan dan persaudaraan memudar. Kita juga jangan terpancing oleh berbagai macam isu hoaks yang dapat mengganggu,” sambungnya.

Pemerintah disebut menyadari peran tokoh agama dan tokoh masyarakat serta tokoh adat yang sangat penting dalam meningkatkan kedamaian di lingkungannya masing-masing. Ia juga menyebut peran tokoh juga penting dalam menjaga nilai kearifan lokal di masing-masing wilayah.

Selanjutnya, pemerintah disebut telah mengeluarkan Kepres Nomor 20 Tahun 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang diketuai Wapres Ma’ruf Amin. Dimana akan diutamakan pendekatan kesejahteraan sebagai langkah utama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua dan Papua Barat.

“Oleh karenanya, kita berharap bisa sama-sama meningkatkan kualitas masyarakat di dua provinsi melalui kualitas pendidikan, kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan. Agar masyarakat Papua dan Papua Barat dapat lebih berperan dalam membangun daerahnya,” ungkapnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *