oleh

Dishub Diminta Tetapkan Standar Harga Buruh Pikul di Pesisir

TIMIKA – Dinas Perhubungan (Dishub) diminta untuk menetapkan standar harga buruh pikul baik di pelabuhan Pomako maupun di dermaga-dermaga pelabuhan rakyat di wilayah pesisir. Tidak ditetapkannya standar harga buruh pikul ini menyebabkan para buruh maupun masyarakat setempat dengan semaunya mematok tarif harga yang sangat tinggi sehingga merugikan pihak yang datang berkunjung ke Timika maupun ke kampung-kampung di pesisir.

Harapan itu disampaikan Politisi PDIP, Tobias Albert Maturbongs, Senin (30/11). Tobias yang sering bolak-balik ke wilayah pesisir ini mengungkapkan jika fenomena buruh pikul ini sudah cukup meresahkan.

Seperti pada para kontraktor proyek maupun pihak lain yang akan melakukan pekerjaan fisik di kampung-kampung yang ada di pesisir, mereka harus mengeluarkan harga yang tinggi untuk masyarakat yang mengangkut barang-barang dari dermaga menuju ke kampung.

“Dishub perlu tentukan standar harga pikul, karena dermaga jauh dari kampung, sampai berkilo-kilo, masyarakat yang pikul ini jangan sampai ribut dengan yang bawa perahu,” jelasnya.

Tobias mengakui ia bahkan sering mendapati masyarakat yang meminta imbalan Rp 50 ribu hanya untuk membawa tas yang dibawa oleh penumpang perahu. Ia mengatakan, belum lagi dengan material seperti semen, batu sampai kayu dan besi yang dibawa oleh kontraktor untuk melakukan proyek di kampung-kampung yang tentu saja biaya pikulnya akan menjadi sangat mahal.

Para kontraktor proyek ini sebutnya, sering kali kesulitan karena harus memikirkan biaya buruh pikul yang kadang mendekati nilai proyek itu sendiri. Untuk itulah, Tobias berharap jika Dishub bisa menetapkan standar harga bagi buruh pikul, maka dengan peraturan dan sanksi yang jelas, akan dilaksanakan oleh masyarakat itu sendiri.

“Jarak dari dermaga ke kampung ini sampai dua kilometer, saya bahkan sampai mengeluarkan satu juta untuk bawa barang ini. Maka kami harap agar pemerintah bisa tetapkan standar harga buruh pikul yang akan diatur oleh kepala kampung,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *