oleh

Disperindag Diminta Pantau Stok Barang Jelang Natal

TIMIKA – Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng meminta dinas teknis dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk mengontrol harga dan stok barang di pasar, agar tidak terjadi kelangkaan barang yang menimbulkan lonjakan kenaikan harga di saat menjelang Natal di Desember.

Masuk di ini, DPRD Mimika mewaspadai kenaikan harga barang khususnya menjelang Hari Raya Natal. Biasanya kebutuhan warga meningkat sehingga diwaspadai, jangan sampai ada oknum pedagang memanfaatkan momen untuk menaikkan harga semena-mena.

“Kami harapkan Disperindag bisa pantau harga barang dan stoknya jelang Natal dan tahun baru. Biasanya karena peningkatan permintaan masyarakat, pedagang dan oknum seenaknya menaikan harga barang,” jelasnya.

Sementara kepada para pedagang ia harapkan agar jangan menimbun barang, sehingga menyebabkan kelangkaan dan berimbas pada lonjakan kenaikan harga, khususnya kebutuhan pokok sembako.

Ia meminta dinas teknis terkait untuk mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga barang, dengan menjalankan pengawasan mulai dari tingkat distributor sampai ke penjual langsung.

Selain itu Robby juga menyoroti, agar komoditi bahan pangan telur dan daging ayam bisa selalu stabil di pasar Mimika. Para peternak diminta untuk mendahulukan permintaan kebutuhan di dalam daerah, ketimbang melayani pesanan untuk keluar ke kabupaten tetangga. Di sisi lain, OPD terkait diminta agar melancarkan pasokan bahan pangan dan bibit ayam dari luar daerah. Hal ini agar menjaga kestabilan produksi para peternak di Kabupaten Mimika.

Politisi Partai Golkar itu menambahkan, masalah kenaikan harga barang menjadi polemik tahunan khususnya saat-saat menjelang hari-hari raya keagamaan. Oleh karenanya, peran OPD pemerintah dinilai sangat penting untuk menjaga kestabilan pasar di Mimika, baik itu stok barang maupun harganya.

Ia berharap tidak ada oknum-oknum tidak terpuji yang mencoba untuk mencari keuntungan di atas kesengsaraan orang banyak. Para pedagang diminta untuk menarik untung seperti biasanya, tanpa memberi beban lebih kepada warga konsumen. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *