oleh

Imigrasi Hadirkan Aplikasi “Sa Papua”

TIMIKA – Divisi Imigrasi Kemenkumham Wilayah Papua, meluncurkan aplikasi “Sa Papua” untuk mempermudah pelayanan di Pos Lintas Batas Tradisional (PLBT) yang selama ini menjalankan pelayanan secara manual. Aplikasi ini juga untuk mempermudah border control management yang selama ini disebut belum ada.

Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Wilayah Papua, Friece Sumolang, Senin (30/11) di Hotel Horison Ultima Timika mengatakan, setidaknya ada 18 PLBT di seluruh Provinsi Papua, dimana 11 diantaranya berada di Jayapura dan tujuh lainnya berada di Merauke.

“PLBT di Papua ini masih menjalankan layanan secara manual. Menindaklanjuti itu, untuk mengisi kekosongan, karena di Imigrasi setiap perlintasan ada namanya border control management yang belum ada, kami mengangkat ini (aplikasi) untuk mengisi kekosongan tersebut,” ujarnya.

“Nantinya di setiap PLBT aplikasi akan digunakan secara offline. Nantinya setiap orang asing yang melintas akan dimasukkan dalam data itu,” sambung Friece.

Data tersebut akan disimpan dan dikirimkan ke Kantor Imigrasi setempat yang akan diteruskan ke tingkat Provinsi maupun ke Ditjen Imigrasi. Hal itu dilakukan untuk penyinkronan ke Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) dan masuk dalam CDM sebagai suatu data yang utuh bagaimana orang asing ada perlintasan.

“Itu bagian dari kami untuk memberikan perlindungan hukum bagi warga negara Indonesia yang ada ketika melintas. Begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Ia juga mengklaim, aplikasi tersebut nantinya dapat digunakan untuk instansi lainnya dalam hal data wisatawan, seperti Badan Pusat Statistik, BNPP. “Itu bisa kita kasih. Kalau selama ini manual cuma angka saja tidak ada nama. Makanya ini dibangun untuk mengisi kekosongan sebelum border control management hadir di PLBT,” jelas Friece.

Setelah di-launching pada Senin ini, pihaknya akan melakukan percobaan di dua kantor Imigrasi di Merauke dan Jayapura. “Karena di Jayapura ada 11 PLBT dan 7 di Merauke,” sebutnya.

Friece dalam kesempatan itu mengharapkan masyarakat yang hendak melintas agar melewati PLBT agar tercatat. “Supaya tercatat dan negara bisa memberikan perlindungan kepada mereka. Mudah-mudahan berjalan dengan baik,” tutupnya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *