oleh

Layanan Dimudahkan, Antrian Dukcapil Berkurang Hingga 40 Persen

TIMIKA – Layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) selama ini paling dikeluhkan. Lama dan ribet. Ditambah lagi lokasi kantor yang jauh berada di Kantor Pusat Pemerintahan SP 3. Tapi akhir-akhir ini keluhan itu terbayar dengan adanya inovasi layanan yang dihadirkan Disdukcapil.

Selama kepemimpinan Slamet Sutejo sebagai Kepala Dinas Dukcapil Mimika sistem layanan berubah. Pengurusan hampir semua dokumen kini bisa dilakukan secara online. Dimana warga tidak harus ke kantor antri. Bahkan terakhir sudah ada layanan Si Lincah, dimana dokumen diantar sampai ke rumah warga.

Meski demikian masih banyak pula warga yang datang ke kantor. Namun dikatakan Slamet Sutejo ketika ditemui di Kantor Bappeda pada Senin (30/11) tingkat antrian di kantor Dukcapil sekarang ini berkurang 30 sampai 40 persen setiap harinya.

Pengembangan layanan untuk memudahkan masyarakat kata Slamet terus dilakukan. Tahun ini layanan Paten Dukcapil sudah hadir di dua distrik yakni Mimika Baru dan Mimika Timur. Tahun depan ditargetkan semua distrik di seputaran kota seperti Wania dan Kwamki Narama juga bisa mengikuti. “Kita targetkan semua distrik dalam kota mudah-mudahan bisa terkoneksi langsung dengan Dukcapil supaya masyarakat tidak perlu antri ke dinas, urusan selesai di kantor distrik,” katanya.

Layanan berbasis online juga tetap berjalan. Semua dokumen kependudukan sudah bisa didigitalisasi. Warga cukup ajukan lewat WA, kemudian setelah jadi dokumen dengan format PDF dikirim lewat email dan dicetak secara mandiri. Kecuali Kartu Identitas Anak dan Kartu Tanda Penduduk yang masih dalam bentuk kepingan blanko khusus yang masih dicetak oleh Dukcapil. Itupun sudah ada layanan Si Lincah untuk diantar langsung ke rumah warga.

Imbas dari dimudahkannya layanan ini juga dirasakan para pegawai Dukcapil. Jika selama ini harus lembur karena padatnya antrian di kantor, kini antrian berkurang. Slamet menyebut, praktis pada pukul 11.00 WIT kantor sudah sepi dan pegawai bisa pulang pukul 12.00 WIT. Kecuali jika ada kendala jaringan yang terkadang mengakibatkan penumpukan antrian.

“Warga tidak perlu repot lagi. Kita harus efektifkan pelayanan wujudkan pelayanan yang diharapkan masyarakat, mudah dan gratis,” tegas Slamet.(sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *