oleh

Kasus Covid-19 Capai 3.216 Kadinkes Sarankan Ibadah Natal Virtual

TIMIKA – Di penghujung Tahun 2020, Mimika masih terus berjuang melawan wabah virus corona atau Covid-19. Sejak pertama ditemukan pada Maret lalu, total kasus Covid-19 di Mimika sudah mencapai 3.216 kasus.

Sampai saat ini pun status atau kebijakan Pemda Mimika menyikapi situasi masih ngambang. Status perpanjangan normal baru belum dievaluasi, meskipun sudah berakhir dua bulan. Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra yang ditemui di Hotel Grand Tembaga, Rabu (2/12) mengatakan, mengenai kebijakan harus didiskusikan bersama Satuan Tugas Covid-19.

Reynold mengungkapkan kasus masih terus bertambah. Terakhir pada Selasa (1/12) lalu ada 4 kasus baru dari Tembagapura sehingga totalnya 3.215. Sebanyak 2.477 pasien dinyatakan sembuh. Kasus kematian juga bertambah menjadi 34 orang. Dua diantaranya dilaporkan meninggal dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, yakni pada Selasa malam dan Rabu dini hari kemarin. Masih ada 439 yang menjalani isolasi, dimana sebagian besar isolasi mandiri karena gejala ringan bahkan tanpa gejala.

Menyikapi situasi ini, Reynold Ubra berharap kebijakan dari masyarakat. Terutama dalam menghadapi natal dan tahun baru. Kerumunan menjadi persoalan, ditambah lagi tidak disiplinnya penerapan 3M sehingga menjadi masalah.

“Saya secara pribadi sebagai ahli wabah, saya meminta kebijaksanaan dari para pemuka agama agar misalnya perayaan malam kudus sangat baik dibuat secara virtual, seperti yang selama ini gereja sudah lakukan,” ujarnya.

Demikian juga dengan libur natal dan tahun baru. Untuk mencegah penularan, maka ia berharap pergerakan manusia yang menjadi potensi harus dikurangi. Tidak berlibur menurutnya akan jauh lebih bagus.

Apalagi lanjutnya, Indonesia berada pada masa resesi ekonomi. Adanya euforia berlebihan di akhir tahun dimana orang berlibur bisa menimbulkan masalah kesehatan. Dari sisi ekonomi, berhemat pada situasi seperti ini dinilai lebih bagus.

Menjaga diri sendiri dan keluarga dikatakan Reynold, menjadi pilihan bijaksana. Apalagi proporsi penduduk usia di atas 60 tahun di Mimika mencapai 15-17 persen. Kelompok usia ini dinilai rentan dan bisa berakibat fatal. (sun)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *