oleh

Dinkes Tidak Rilis Data Covid-19 Demi Relaksasi Masyarakat

TIMIKA – Masyarakat yang kini bebas beraktivitas dengan mengabaikan protokol kesehatan sepertinya tidak bisa disalahkan. Pasalnya ini sudah menjadi pendekatan Pemerintah Daerah dalam membangkitkan ekonomi di tengah pandemi dengan memberi relaksasi kepada masyarakat.

Ini disampaikan sendiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra dalam pertemuan tim gabungan penataan pasar di Hotel Horison Ultima pada Jumat (4/12) kemarin.

“Sejak bulan Juli saya memutuskan untuk tidak memberikan keterangan setiap hari lagi. Itu dalam rangka relaksasi masyarakat supaya tidak terjadi kontraksi ekonomi,” ungkapnya.

Beberapa bulan terakhir, Dinkes Mimika ataupun Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mimika tidak lagi merilis data Covid-19. Bahkan janji Kadinkes yang tetap merilis data setiap minggu juga tidak terealisasi. Adapun data hanya disampaikan oleh Satgas Provinsi Papua.

Reynold menilai, kondisi di Timika sekarang ini masyarakat sudah lebih pintar dan bijaksana. Sejak penerapan new normal sampai sekarang, masing-masing orang sudah bisa menjaga diri. Meskipun pada faktanya kasus terus meningkat bahkan angka kematian justru melonjak tajam setelah kebijakan new normal.

Penemuan kasus sekarang ini diungkapkan Reynold, bukan lagi kasus import seperti pada awal penemuan kasus. “Tapi sekarang sudah sampai ke rumah tangga berarti tidak lagi pemerintah yang harus menjaga rakyat. Keluarga yang jaga keluarganya,” ujarnya.

Deteksi kasus diakui Reynold juga masih sangat rendah karena banyak kendala. Salah satunya keterbatasan alat pemeriksaan sehingga hasilnya harus menunggu lama. Ini tidak hanya terjadi di Mimika tapi hampir di semua daerah di Indonesia. Untuk pemeriksaan juga harus menunggu 8 jam karena tim yang bekerja terbatas. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *