oleh

Pemerintah Pusat Tarik Kembali Dana Hibah Pariwisata

TIMIKA – Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika, Bernadinus Songbes menyebut, pemerintah pusat kembali menarik dana hibah pariwisata yang sedianya diberikan kepada Mimika. Penarikan kembali dana hibah itu lantaran tempat usaha di Mimika seperti hotel, restauran dan rumah makan, belum memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

“Hotel rumah makan dan restaurant ini belum memiliki TDUP, sehingga kami coba membawa dukungan. Namun dari kementerian mereka meminta agar pelaku usaha ini wajib mengurus TDUP,” kata Songbes kepada Radar Timika saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Senin ( 7/12) kemarin.

Ia menejlaskan, pemerintah pusat mengucurkan dana hibah pariwisata dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Untuk Kabupaten Mimika, mendapat dana hibah sebesar Rp 28 miliar. Hanya saja 70 persen dari dana tersebut ditarik kembali karena hotel restaurant dan rumah makan di Mimika tidak memiliki TDUP.

“Akhirnya tersisa 30 persen atau senilai Rp 8 miliar yang kini dikelola Dinas Pariwisata Kabupaten Mimika,” sebutnya.

Songbes menjelaskan, dari dana 30 persen tersebut diperuntukan untuk pembangun ekowisata mangrove, kegiatan sosialisasi Cleanliness Healthy Safety Environment (CHSE) dan sejumlah kegiatan sosialisasi lainnya.

“Dana ini sebagian ditarik karena alasannya itu saja, tidak memiliki TDUP yang dikeluarkan tahun 2019 lalu oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Setelah penarikan kembali dana hibah ini, pihaknya sudah bersurat kepada hotel, restauran dan maupun rumah makan untuk melengkapi dokumen tersebut supaya Dinas Pariwisata keluarkan rekomendasi dan dinas perijinan dapat mengeluarkan TDUP tersebut.

“Jadi yang kami bawa waktu itu dokumen dari 70 lebih hotel dan restauran, sementara rumah makan mencapai 200 lebih ke pemerintah Pusat. Tetapi mereka minta bahwa harus mengurus TDUP supaya sejalan dengan program Presiden untuk membangun Papua, yang dimaksud dengan hotel mulai dari berbintang hingga kelas melati hingga losmen,” tukasnya. (itz)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *