oleh

Proyek Fisik Dihentikan Pada 15 Desember, Kontraktor Wajib Perhatikan Kualitas

TIMIKA – Para kontraktor diwajibkan tetap memperhatikan sisi kualitas pekerjaan proyek fisik walaupun bupati telah menginstruksikan jika semua proyek fisik harus dihentikan pada tanggal 15 Desember. Penghentian proyek fisik pada 15 Desember dikarenakan batas akhir pengajuan pembayaran ini diharapkan tidak membuat para kontraktor hanya mengejar sisi kuantitas pekerjaan tanpa memperhatikan kualitas proyek itu.

Politisi Gerindra, Drs Tanzil Azharie yang ditemui Radar Timika, Selasa (8/12) di Kantor DPRD mengungkapkan jika para kontraktor ini tetap harus melaksanakan proyek fisik dengan kualitas yang baik.

“Jika proyek fisik sudah dihentikan pada 15 Desember, namun para kontraktor harus utamakan kualitas, jangan hanya kejar kuantitas saja,” ujarnya.

Anggota Komisi B ini mengatakan pemerintah harus tegas kepada kontraktor yang tidak menyelesaikan proyek fisik sesuai target. Dengan kualitas proyek fisik, ia berharap tidak ada kejadian pembangunan jalan dengan pengaspalan yang sudah rusak walaupun baru tiga bulan lalu rampung dikerjakan.

“Pemerintah jangan perlihara kontraktor nakal. Mutu proyek ini yang harus dipertanyakan, jangan sampai kejadian tiga bulan aspal ambruk,” tegasnya.

Agar kualitas proyek fisik ini sesuai dengan nilai kontrak, maka Tansil berharap Dinas PUPR saat mengecek ke lapangan harus sesuai dengan pekerjaan.

Selain itu, sebagai bentuk pengawasan, pemerintah juga ia sarankan bisa membuka kotak saran dari masyarakat agar memberikan usulan.

Upaya pemerintah untuk mengejar pekerjaan proyek fisik ini tambahnya memang diharuskan, karena Timika adalah tuan rumah penyelenggaraan PON XX Tahun 2021 mendatang. Namun, kata Tansil dengan sisa waktu kurang lebih 9 bulan lagi dari perhelatan skala nasional ini, proyek fisik harus tetap berkualitas, agar bisa dinikmati lama oleh masyarakat walaupun ajang PON selesai.

Pemerintah juga sebutnya, harus transparan dalam menggunakan seluruh anggaran untuk kepentingan proyek fisik ini. Pemerintah pun kata Tansil, harus melibatkan semua kekuatan dan dukungan dari masyarakat.

“Memang miris, kesiapan venue dan fasilitas pendukung yang tersisa 9 bulan lagi. Harus mulai tarik kekuatan yang ada di masyarakat, transparansi pemerintah dalam mengeluarkan anggaran, instansi terkait untuk mengawasi,” imbuh Tanzil.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *