oleh

Lagi, Warga Tembagapura Minta Dipulangkan

TIMIKA – Legislator DPRD Mimika Anthon Bukaleng meminta Pemerintah bersama PT Freeport dan TNI-Polri, untuk memfasilitasi warga pengungsi untuk kembali ke kampungnya di Tembagapura sebelum Natal ini.

Warga kata Anthon Bukaleng, Selasa (8/12) meminta untuk bisa memfasilitasi kepulangan warga pengungsi dari tiga kampung di Tembagapura. Ia berharap warga sudah kembali ke kampung sebelum Natal.

“Kami tidak bosan dan terus meminta pihak Pemda dan PT Freeport, aparat keamanan bisa memulangkan warga Tembagapura ke kampung halaman mereka sebelum Natal ini,” ujarnya.

Dikatakannya, warga dari dataran tinggi itu tersiksa hidup di Kota Timika yang cuacanya panas dan dengan pola kehidupan ekonomi yang keras. Sementara sebelumnya warga terbiasa hidup di kondisi iklim yang dingin di Tembagapura, dan bisa hidup dari hasil berkebun maupun beternak di kampung halamannya.

Warga tiga kampung sebutnya, sudah mendiami tanah mereka sebelum keberadaan PT Freeport Indonesia, sehingga kepulangan mereka kembali ke highland adalah hak azasi hidup mereka yang perlu diakomodir para pihak. Khususnya untuk pulang kembali ke Banti Satu, Banti Dua dan Opitawak.

Kerasnya hidup di Kota Timika kata Anthon, membuat beberapa warga meregang nyawa, baik itu karena peristiwa maupun karena perbedaan iklim yang menyebabkan sakit khususnya bagi kondisi rentan para orang tua.

Legislator asal Partai Golkar itu menambahkan, menurutnya keadaan di ‘atas’ sudah terkendali sehingga sudah aman kembali. Mengingat sebelumnya, alasan utama warga tiga kampung turun mengungsi ke Kota Timika lantaran gangguan keamanan oleh KKB.

Kondisi memperihatinkan warga bersangkutan juga menjadi alasan utama lainnya. Sebanyak 1.800 warga sangat menderita hidup di Kota Timika. Warga harus kerja cari uang untuk bisa menghidupi keluarganya selama 7 bulan di Timika. Warga hanya minta untuk bisa kembali ke Banti-Opitawak, karena saat ini diklaim sudah benar-benar aman.

Polisi Pastikan Keamanan di Distrik Tembagapura Kondusif

Sementara itu, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK memastikan saat ini situasi keamanan di Wilayah Distrik Tembagapura sangat aman dan kondusif.

Menurut Kapolres, sejauh ini pihaknya masih terus melakukan antisipasi, terkait gangguan keamanan di Wilayah Tembagapura.

“Masih ada satu kelompok (KKB red) yang asli Tembagapura, tapi kita terus lakukan antisipasi untuk gangguan keamanannya,”kata Kapolres yang ditemui Radar Timika, Selasa (8/12) kemarin.

Sehingga terkait dengan jaminan kepulangan masyarakat Kampung Waa Banti ke kampung halamannya di Distrik Tembagapura, kata Kapolres semua tergantung dari komunikasi antara Pemerintah Daerah Mimika dan pihak PT Freeport Indonesia.

“Situasi sudah aman dan kondusif, sekarang bagaimana masyarakat yang mau kembali ke kampung mereka, bisa difasilitasi oleh Pemda dan Freeport untuk kembali ke kampung mereka. Yang jelas masalah kembalinya masyarakat, itu tinggal komunikasi antara pihak masyarakat, Pemda dan perusahaan,”ungkap AKBP Era.

Meski demikian, kata Kapolres bahwa untuk pemulangan masyarakat Kampung Waa Banti ke kampung halamannya, saat ini bukan hanya bergantung pada siatuasi keamanan di wilayah Tembagapura, melainkan harus juga memikirkan terkait kenyamanan masyarakat ketika kembali ke kampung halaman mereka.

“Bukan hanya dari sisi keamanan, tapi juga dari kenyamanan. Dan kenyamanan itu punya arti yang luas, jadi semua tinggal di komunikasian secara baik saja,”pungkasnya. (tns/ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *