oleh

Saksi Kasus Dugaan Pemerkosaan Bocah 9 Tahun Masih Minim, Untuk Mengungkap Pelaku Pemeriksaan

TIMIKA – Proses penyelidikan terhadap kasus pemerkosaan terhadap bocah 9 tahun yang terjadi Sabtu (5/12) lalu di Jalan Freeport lama, masih terus dilakukan pihak kepolisian.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK yang ditemui Radar Timika, Selasa (8/12) kemarin di Hotel Horison Timika di Jalan Hasanuddin mengatakan, pihaknya kini masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah keterangan saksi-saksi guna keperluan penyelidikan.

“Ada satu kasus yang menonjol anak kecil 9 tahun itu, kita masih mendalami saksi. Karena untuk mengungkap suatu perkara, yang paling dibutuhkan adalah saksi,”tuturnya.

Meski demikian, Kapolres mengungkapkan bahwa pihaknya sedikit mengalami kendala dalam mengungkap siapa pelaku pemerkosaan, lantaran minimnya saksi yang mengetahui dan melihat persis kejadian tersebut.

“Sementara hambatan kita adalah saksi yang mengetahui, melihat, dan mendengar terkait dengan pelaku pemerkosaan itu belum ada. Tapi bukan berarti kita diam, kita terus mencari dan mengungkap siapa pelakunya,”ucap AKBP Era.

Sebelumnya dilaporkan, seorang anak di bawah umur yang diketahui berumur 9 tahun, telah menjadi korban pemerkosaan pada Sabtu (5/12) lalu di Jalan Freeport lama yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Di mana kasus itu, telah dilaporkan oleh orang tua korban pada Minggu (6/12) lalu di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Dan berdasarkan keterangan orang tua korban,  dimana kejadian itu bermula ketika korban yang pada saat itu sedang mencari sisa makanan untuk ternak peliharaan (babi) di seputaran Jalan Leo Mamiri, tepatnya di sekitaran jalan masuk menuju kantor perwakilan Lanal Timika.

Kemudian pada saat itu, yang diduga pelaku datang dan menghampiri korban serta mengajak korban untuk pergi mencari sisa makanan di sekitaran Jalan Freeport lama.

Dan ketika tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang diduga pelaku langsung memaksa korban untuk melakukan perbuatan bejatnya. Dan begitu selesai,  terduga pelaku lalu membawa korban ke arah SP 1 kemudian meninggalkan korban sendiri.

Kasus dugaan pemerkosaan itu baru diketahui orang tua korban, saat ibu korban melihat gerak dan gerik korban yang tampak terlihat aneh, serta korban sering merintih kesakitan usai membuang air kecil di kamar mandi. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *