oleh

Datangkan Babi Dari Luar, Ancam Populasi di Mimika

TIMIKA – Papua termasuk Mimika pernah dilanda wabah hog cholera yang membuat ternak babi di Mimika banyak yang mati. Makanya Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur sudah melarang pemasokan babi ataupun daging babi dari luar Papua hingga sekarang ini.

Saat ini pelarangan pemasokan babi, daging babi hingga produk olahan babi semakin diperketat dengan mewabahkan ASF African Swine Fever (ASF) atau demam babi Africa. Virus yang sudah mewabah ke Indonesia ini disebut lebih mematikan, karena membuat populasi babi mati 100 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika, drh Bakti Erma Surfiani yang ditemui di Hotel Horison Diana Timika, Jumat (11/12) kemarin mengatakan wabah hog cholera yang pernah melanda Mimika Tahun 2004 lalu sudah bisa dikendalikan dengan pelarangan babi dan vaksinasi.

Tapi ia khawatir jika tetap ada babi yang dipasok dari luar maka bisa menjadi sumber ASF. Meskipun bukan zoonosis atau penyakit hewan yang menular ke manusia tapi virus ASF belum ada obat dan vaksinnya. “Virus itu mampu bertahan hidup dalam makanan yang berbentuk kaleng. Jadi bukan hanya babi hidup tapi daging dan daging olahan seperti dendeng, bakso, sosis dilarang masuk,” ujarnya.

Para supplier produk olahan daging babi seperti Diana, Gelael, CV Natapoka kata Erma sudah diberi peringatan dan dibuat perjanjian. Stok yang masih ada saat ini masih bisa dijual, tapi pada pertengahan Desember meskipun belum habis tidak diboleh dijual lagi.

Erma melanjutkan, pasokan babi yang masih hidup, daging dan produk olahan dari luar sangat mengancam populasi babi di Mimika. Sebab ASF sangat berbahaya. “Memang tidak menular ke manusia tapi sifatnya strategis ekonomi dia mematikan hingga 100 persen mati. Pasti peternak akan mengalami kerugian banyak. Apalagi kita punya tipikal peternakan di Papua inikan babi. Babi memiliki nilai sosial bagi masyarakat Papua, jadi apa jadinya kalau virus babi masuk di Papua,” paparnya.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *