oleh

Pemerintah harus Perhatikan Lapter di Pedalaman

TIMIKA – Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika diharapkan dapat memperhatikan pembangunan Lapangan Terbang (Lapter) di pedalaman. Keberadaan Lapter-Lapter di pedalaman ini perlu perhatian pemerintah, sebab masyarakat pedalaman dan beberapa distrik di wilayah pesisir pantai hanya mengandalkan transportasi udara.

Ketua Komisi C DPRD, Elminus B Mom, Sabtu (13/12) mengatakan Dinas Perhubungan perlu memperhatikan keberadaan Lapter yang ada di pedalaman. Jika Lapter yang belum selesai dibangun, maka ia berharap agar pembangunannya dapat diselesaikan, karena ini adalah akses satu-satunya untuk masyarakat untuk mendapatkan kehidupan dari dunia luar.

“Kami harapkan Dinas Perhubungan bisa memperhatikan keberadaan Lapter di pedalaman. Ini satu-satunya akses untuk masyarakat. Yang belum selesai diharapkan bisa diselesaikan pembangunannya,” jelasnya.

Disebutkan Elminus, beberapa Lapter yang harus diperhatikan oleh pemerintah yakni Lapter Bella, Distrik Alama, Lapter Pilikogom Distrik Jila, Lapter Hoeya di Distrik Hoeya, Lapter Jita Distrik Jita. Untuk diketahui, Dishub Tahun 2018 membangun fasilitas Lapangan Terbang di Noema, Hoeya serta perbaikan landasan lacu Lapter di Jita. Melaksanakan pembangunan Lapter, Dishub mengalami kendala letak geografis wilayah.

Faktor kesulitan geografis yakni wilayah pegunungan membuat pemerintah harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menyewa helikopter. Proses pengerjaan Lapter juga menemui kendala, yakni medan jalan darat yang terjal dan jauh harus ditempuh sebelum sampai ke lokasi Lapter dibangun.

Selain di Noema, Dishub juga memperbaiki dan membangun fasilitas Lapter di Jita. Di Lapter Jita, fasilitas runaway Lapter sudah tidak lagi menunjang keamanan dan keselamatan penerbangan sehingga perlu diperbaiki. Lapter di Jita sendiri mempunyai landasan pacu sepanjang 550 meter. Lapter ini juga tidak bisa ditambah lagi panjangnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *