oleh

Disparbudpora Kembali Gelar Pameran Adat Budaya Daerah

TIMIKA – Salah satu cara Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dalam mengangkat nilai budaya lokal adalah dengan melakukan promosi, dalam bentuk pameran adat budaya daerah yang digelar Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga.

Ini merupakan pameran kedua yang digelar Disparbudpora pada tahun ini yang melibatkan kelompok sanggar, baik dari Suku Amungme maupun Suku Kamoro. Pameran adat budaya yang dibuka oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM digelar di Gedung Tongkonan selama tiga hari mulai Senin (14/12) dan berlangsung sampai Rabu (16/12).

Wabup Rettob dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Disparbudpora yang terus berupaya mengangkat dan memperkenalkan budaya lokal Mimika. Menurutnya ini salah satu bentuk promosi yang sangat efektif dengan melibatkan masyarakat secara langsung. “Intensitas kegiatan seperti ini secara tidak langsung menggali potensi budaya dan adat daerah ini,” katanya.

Namun lanjut Wabup, mengenai kekayaan budaya lokal ini tidak hanya membutuhkan sentuhan pemerintah, tetapi juga dari pihak terkait. Terutama tokoh adat, baik Amungme dan Kamoro sebagai pemilik ulayat untuk terus berperan aktif dalam mengembangkan dan mempertahankan budaya Amungme dan Kamoro.

Dikatakan Wabup, ada banyak penduduk dari luar Mimika yang tentunya belum memahami budaya Amungme dan Kamoro. Sehingga ia berharap semakin seringnya kegiatan pameran akan membuat semua orang yang hidup di Mimika bisa mengetahui, termasuk juga bahasa.

Makanya sejak awal menjabat Bupati dan Wabup memperkenalkan sapaan dari Suku Amungme yakni ‘Amolongo’ untuk banyak orang dan Amole untuk satu orang. kemudian kata sapaan suku Kamoro adalah Nimaowitimi.

Secara perlahan ia mengajak semua pihak dimulai dari lingkup Pemda Mimika harus memahami budaya Amungme dan Kamoro. Seperti noken yang biasa dijadikan cinderamata kata dia benar-benar harus noken Amungme dan Kamoro.

Pengembangan budaya lokal dikatakan Wabup secara tidak langsung akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Kita harus kembangkan inovasi dalam mendukung program dan perlu kesiapan sumber daya manusia untuk meningkatkan kualitas keterampilan,” terang Wabup.

Masyarakat kata Wabup sangat mampu secara mandiri dalam menghasilkan sebuah karya budaya. Tugas pemerintah dan pihak terkait memfasilitasi dalam hal pemasaran dan promosi. “Kita harus berpihak kepada masyarakat, dampingi sampai sukses. Kita harus buat perubahan untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *