oleh

Warga Tiga Kampung Distrik Tembagapura Segera Dipulangkan

TIMIKA – Setelah kurang lebih 9 bulan berada di seputaran kota Timika karena mengungsi dari gangguan KKB, warga dari tiga kampung di Distrik Tembagapura, yakni Banti 1, 2 dan Opitawak dipastikan akan segera kembali ke kampung halaman mereka. Kepastian pemulangan warga tiga kampung ini setelah adanya kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh Pemda Mimika yang diwakili Wakil Bupati Johannes Rettob, unsur pimpinan DPRD, Ketua Robby Kamaniel Omaleng, Wakil Ketua I Aleks Tsenawatme, Wakil Ketua II Yohanis Felix Helyanan, Kapolres AKBP I Gede Era Adhinata, Dandim 1710 Letkol (Inf) Yoga Cahya, VP Community Relation and Human Right Arnol Kayame, Perwakilan Kejari Mimika, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda di Ruang Serbaguna DPRD, Senin (14/12).

Dalam surat kesepatan pemulangan warga tiga kampung ini, disebutkan jika tim gabungan yang terdiri dari Pemda, TNI-Polri, DPRD dan PT Freeport Indonesia bersama perwakilan masyarakat tiga kampung telah sepakat dilakukan proses pengembalian ke kampung halaman masing-masing. Point ke dua disebutkan tim gabungan akan melakukan peninjauan lapangan di wilayah tiga kampung pada tanggal 17 Desember oleh tim gabungan bersama perwakilan masyarakat untuk keamanan sebagai jaminan dalam proses pengembalian warga untuk memastikan tingkat kelayakan tempat hunian, kesehatan, logistik dan faktor keamanan sebagai jaminan dalam proses pengembalian warga yang berada dari Timika ke kampung halaman masing-masing.

Wabup Johannes Rettob mengatakan, Pemda mengapresiasi seluruh jajaran DPRD yang telah memberikan perhatian serius terhadap masalah yang dialami oleh masyarakat tiga kampung ini. Tim gabungan ini sebutnya, sesuai kesepakatan akan ke Tembagapura pada tanggal 17 mendatang yang difasilitasi oleh PT Freeport. Kembali dari sana sebut Wabup Rettob, akan dievaluasi kembali kapan bisa untuk dilakukan pemulangan kepada warga.

Senada dengan hal itu, Robby Omaleng mengatakan permasalahan pemulangan warga ini memang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. Namun untuk memulangkan mereka sebutnya, tidak serta merta harus langsung bisa dilakukan. Pemulangan warga kata Robby, akan dilakukan sesuai dengan kesepakatan tim. Agenda pemulangan warga ini juga harapnya tidak dipolitisir.

“Saya harap hal ini tidak dipolitisir, kita punya niat yang baik untuk masyarakat, bukan masyarakat dijadikan politisir, mohon dengan ini tidak dijadikan politisir, untuk memulangkan mereka kita harus lihat kondisi di kampung, tempat tinggal yang aman, kita akan kerja sama, tim yang sudah ada kita akan koordinasikan,” jelasnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *