oleh

900 Kilogram Kepiting Timika Diekspor ke Kuala Lumpur

TIMIKA – Produk hasil laut dari pantai Kabupaten Mimika sudah merambah dunia. Salah satu andalan hasil laut dari pantai di wilayah pesisir yang diekspor sampai ke Kuala Lumpur, yakni kepiting atau biasa dikenal dengan karaka (mangrove crab). Tidak main-main, sehari jumlah kepiting yang diekspor bisa mencapai 900 kilogram.

Direktur PT Bartuh Langgeng Abadi, Sulaksono bersama Penanggung Jawab UD Harapan Nurdiana Jaya di lokasi cargo Bandar Udara Mozes Kilangin, Rabu (16/12), mengatakan mereka berkolaborasi untuk mengirim kepiting ini ke Kuala Lumpur.

Khusus untuk PT Bartuh Langgeng Abadi, baru pertama kalinya melakukan kegiatan ekspor kepiting ini. Berbeda dengan UD Harapan Nurdiana Jaya yang sudah sejak tahun lalu melakukan aktivitas ekspor kepiting ke Kuala Lumpur.

Sulaksono mengatakan, pada pengiriman perdana ini, sebanyak 900 kilogram kepiting yang dikemas dengan 30 box didukung penuh oleh pihak Bea Cukai Timika dan pihak Garuda. “Untuk saya perdana, ini baru kepiting, mudah-mudahan di tahun depan bisa udang,” ujar Sulaksono.

Sementara itu, Nasar selalu penanggung jawab UD Harapan Nurdiana Jaya mengatakan untuk pengiriman ke luar negeri dengan tiga kali penerbangan ini bisa dilaksanakan sampai 12 kali pengiriman. 12 kali pengiriman ini sebutnya terjadi selama masa pandemi Covid-19, padahal sebelumnya pengiriman bisa dilakukan setiap hari.

“Selama pandemi ini pengiriman dilakukan 12 kali sebulan. Sebelumnya setiap hari,” ujar Nasar.

Disebutkannya, pengiriman ke luar negeri ini tidak dipastikan jumlahnya. Dimana, jumlah kepiting yang dikirim ini berdasarkan hasil tangkapan para nelayan lokal di wilayah pesisir Pomako dan sekitarnya.

Pihaknya, sebut Nasar membeli langsung kepiting ini dari nelayan dan pihaknya yang mengekspor nya ke Kuala Lumpur. Pengiriman ini kata Nasar, berkisar diangka 600 hingga 900 kilogram. Selain Kuala Lumpur, kedepannya pangsa pasar internasional yakni Shanghai-China menjadi bidikan untuk pengiriman kepiting ini. Mengingat negeri tirai bambu ini merupakan pengkonsumsi kepiting terbesar di dunia, maka sebut Nasar, pihaknya menargetkan tujuan tahun depan adalah China.

“Jadi kita targetkan di China tahun depan,” ujarnya. Untuk masalah harga jual kepiting sendiri tambah Nasar, pihaknya mengikuti harga pasar.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *