oleh

Dua Kelompok Warga Nyaris Bentrok

TIMIKA – Dua kelompok warga nyaris terlibat bentrok di Jalan Cenderawasih, tepatnya didepan kantor Pelayanan Polres Mimika pada Rabu (16/12) sekitar pukul 14.00 WIT kemarin.

Dari pantauan Radar Timika di lokasi kejadian, peristiwa ini bermula saat sekelompok warga yang berjumlah ratusan orang hendak mendatangi kantor Pelayanan Polres Mimika guna mendapatkan penjelasan dari para tokoh masyarakat yang sementara melakukan pertemuan di kantor Pelayanan Polres Mimika.

Akan tetapi, saat tiba di depan kantor Pelayanan Polres Mimika, sekelompok warga itu kemudian diarahkan oleh pihak kepolisian untuk tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap tenang.

Namun, selang beberapa menit kemudian, datanglah sekelompok warga dengan membawa senjata tajam berupa tombak, parang, besi dan kayu balok dan langsung mencoba menyerang kelompok warga yang saat itu berada di depan kantor Pelayanan Polres Mimika.

Untuk mencegah jangan sampai timbul bentrokan, aparat kepolisian langsung melepaskan tembakan peringatan ke udara dan mengarahkan kedua kelompok warga tersebut untuk kembali pulang ke rumah masing-masing.

Dalam kejadian itu, satu unit mobil Toyota Avanza, PA 1638 MV yang sementara terparkir di sekitar lokasi kejadian mengalami kerusakan, yakni kaca belakang pecah dan body samping kanan penyok.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK yang ada di lokasi kejadian, langsung mengimbau masyarakat agar kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan tindakan yang bisa berdampak pada gangguan kamtibmas.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, di ruang rapat kantor Pelayanan Polres Mimika, para tokoh masyarakat dari Lemasko saat itu sementara melakukan pertemuan guna membahas terkait permasalahan internal mereka.  Serta membahas mengenai beberapa bantuan dana rutin, yang akan di kucurkan pihak PT Freeport Indonesia kepada masyarakat Kamoro saat Natal dan Tahun Baru.

Usai pertemuan, tokoh Kamoro, Gerry Okoare kepada wartawan mengatakan, bahwa terkait dengan persoalan internal yang terjadi di Lemasko, pihaknya telah bersepakat untuk akan duduk bersama dengan tokoh masyarakat Kamoro, Yance Boyauw untuk menyelesaikan persoalan internal yang terjadi di dalam Lemasko.

“Intinya sudah kita sepakati untuk nanti kita duduk sama-sama untuk bicara baik-baik. Yang jelas kami imbau untuk semua masyarakat Kamoro, untuk tetap jaga kamtibmas, apalagi dalam suasana Natal dan tahun baru ini,” kata Gerry.

Sementara itu Kapolres Mimika dalam kesempatan yang sama, juga menjelaskan bahwa permasalahan yang terjadi merupakan imbas dari tuntutan masyarakat Kamoro untuk segera mencairkan beberapa bantuan dana yang diperuntukan kepada mereka.

“Karena adanya dualisme kepengurusan, akhirnya kami minta supaya PTFI tentukan secara legal siapa pengurus yang berhak menerima itu, akhirnya sudah di putuskan bahwa mereka akan bersama-sama memajukan tanpa adanya dualisme kepengurusan. Yang jelas tuntutan masyarakat itu ada beberapa dana, selain dana Yu Amako juga ada dana dampak lingkungan yang harus di cairkan kepada masyarakat,”jelas AKBP Era.

Kemudian terkait dengan sejumlah bantuan dana yang akan di kucurkan kepada masyarakat, Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengawalan sehingga anggaran itu bisa tersalurkan dengan baik sampai ke masyarakat yang berhak menerimanya.

“Tetap kita kawal supaya bisa tersalurkan dengan cara yang sehat, apalagi ini kan momen Natal pasti masyarakat butuh dana untuk mereka mau rayakan Natal,”pungkasnya. (tns)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *