oleh

Penerimaan Bea Cukai Pertambangan Tembus Rp 1,5 Triliun

TIMIKA – Realisasi penerimaan Bea dan Cukai Amamapare, Timika sampai awal Desember 2020 sudah melebihi target. Walaupun belum menutup tahun 2020, namun realisasi pendapatan bea dan cukai dari kegiatan pertambangan yang di dalamnya ada bea masuk dan bea keluar sebesar Rp 1,5 triliun.

Kepala Bea dan Cukai Timika, I Made Aryana saat dijumpai Radar Timika, Rabu (16/12) di Bandara Mozes Kilangin mengatakan, atas pencapaian realisasi penerimaan tahun ini, Kantor Bea dan Cukai Amamapare Timika harus berbangga. Kebanggaan ini sebutnya karena Kantor Bea dan Cukai Timika mewakili Provinsi Papua dan Papua Barat dengan realisasi penerimaan yang tertinggi, sampai 99 persen.

“Penerimaan tertinggi ada di sini (Timika) kita harus bangga dari sektor tambang, karena itu yang ada bea keluarnya, ada pemasukan untuk negara,” ujar Aryana.

Dikatakanya, untuk aktivitas ekspor ke negara tujuan yang tidak terkendala dengan masalah Pandemi Covid-19, maka bisa berjalan dengan lancar. China yang sudah tidak terkendala dengan masalah wabah tersebut merupakan salah satu negara tujun ekspor tambang dari Kabupaten Mimika. Dari sinilah, maka eksport menjadi lancar.

Adapun realisasi yang dihasilkan dari konsetrat tambang ini kata Aryana, bukan saja hanya mengandung emas saja, namun juga mengandung mineral lain seperti, tembaga dan perak. Dari semua nilai konsetrat tambang yang dinilai oleh Bea dan Cukai ini, akan keluar nilai bea keluarnya dikalikan dengan tarif sehingga mendapatkan penerimaan bagi negara.

Eksport dari konsentrat tambang ini sendiri dari nominal Rp 1,5 triliun, Rp 1,4 triliunnya dihasilkan dari konsetrat tambang dengan bea masuknya Rp 100 miliar.

Sementara untuk realisasi dari sektor lainnya seperti cukai tembakau, di Timika sendiri sebutnya tidak ada produsen sehingga hanya dilakukan pengawasan saja.

“Kita hanya pengawasan saja di sini, tentunya pengawasan juga berpengaruh terhadap penerimaan, karena di tingkat produsenya akan terus melakukan pembayaran yang sesungguhnya,” jelas Aryana. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *