oleh

Sidang Kasus Penembakan di OB I, Penasehat IS Ungkap Sempat Ajukan Keberatan

TIMIKA – Terdakwa berinisial IS, yang diduga kuat terlibat sebagai salah satu pelaku dalam kasus penembakan di OB I Kuala Kencana pada Maret 2020 lalu, menjalani sidang lanjutan secara daring.

Terdakwa didampingi tim penasehat hukum menghadiri sidang secara virtual di ruang Kejaksaan Negeri Mimika, dengan para hakim dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Sidang yang berlangsung, Selasa (5/1) kemarin itu, dilaksanakan dengan agenda mendengar keterangan saksi yang dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri Mimika. Terdakwa IS melalui anggota tim penasehat hukum, Mersi Waromi SH mengatakan, sidang itu ialah sidang kedelapan yang dijalani oleh IS.

“Agendanya pembuktian dengan memeriksa saksi dan barang bukti. Jadi ada dua alat bukti yaitu saksi dan alat bukti,” ujarnya.

Saksi yang dihadirkan dalam sidang itu, disebutnya tidak lain merupakan tetangga terdakwa sendiri yang mempunyai lahan disebelah lahan milik IS di Trans Nabire. Sedangkan satu saksi lainnya ialah istri dari terdakwa IS.

“Sebenarnya kami keberatan. Tapi karena sudah diizinkan, saksi tidak disumpah, maka tetap diproses persidangan berjalan seperti biasa,” ungkapnya.

Ia mengatakan, kliennya sampai kini belum menghadirkan saksi untuk membela diri. “Kita belum. Yang ada sampai kini itu saksi yang memberatkan pelaku. Itu katanya ada sembilan orang. Nanti kami upayakan di persidangan, kita hadirkan juga saksi meringankan,” jelas Mersi.

Mersi menyampaikan, dalam persidangan pihaknya sempat mengajukan keberatan karena dalam agenda sidang, Kejaksaan Negeri Mimika menghadirkan lima orang saksi. Dua orang saksi ada di ruangan yang sama dengan terdakwa, tetapi tiga orang lain dihadirkan secara virtual.

“Kami keberatan, karena saksi harusnya langsung hadir di persidangan. Kalaupun secara online harus ada mekanismenya, harus ada pengawasan dari kejaksaan atau dari Polda Papua. Kalau mau netralnya harus (diawasi) dari pengadilan,” terangnya.

“Tapi kalau dari keterangan mereka itu kami anggap ya sesuai BAP. Kami belum ada keberatan,” sambungnya

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Mimika, Roy Andika Stevanus Sembiring SH menambahkan, pihaknya memperkirakan masih akan ada sejumlah agenda pemeriksaan saksi dalam sidang kedepan. “Mudah-mudahan segera putusan,” katanya.

“Kalau nanti penasehat terdakwa ajukan saksi ad charge, mungkin diberi kesempatan untuk dua atau tiga sidang. Kalau tidak ada ya bisa langsung tuntutan,” tutup Roy. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *