oleh

Disdik Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru

TIMIKA – Mengawali Tahun 2021, Dinas Pendidikan menggelar ibadah syukur bersama para kepala sekolah mulai dari TK, SD dan SMP. Ibadah yang dipimpin Pdt Helen Lopulalan, SSi itu digelar Sabtu (9/1) lalu di Kapel Sentra Pendidikan dan dihadiri Pj Sekda Mimika, Jeni Usmany, SPd MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan Mimika.

Meski persiapan terbilang singkat, namun pelaksanaan ibadah syukur sederhana itu bisa berjalan dengan lancar. Bagi Pj Sekda Mimika, Jeni Usmany, SPd MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan Mimika menilai ini sebagai bentuk dukungan dari seluruh kepala sekolah dan para staf sehingga ibadah syukur bisa terlaksana.

Ibadah syukur ini kata dia, sebagai wadah silaturahmi mengawali tahun baru dan berdoa meminta tuntunan Tuhan dalam menjalani Tahun 2021 dalam setiap pekerjaan pelayanan di bidang pendidikan. Apalagi di tengah pandemic Covid-19 yang belum bisa diprediksi kapan berakhir sangat berdampak pada setiap kegiatan.

Dunia pendidikan kata Jeni menjadi salah satu bidang yang sangat terdampak. Dimana kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan efektif karena pemberlakuan belajar dari rumah. Bahkan di tengah kesulitan itu, Dinas Pendidikan termasuk sekolah masih tetap menjadi sorotan. Namun baginya itu sebuah motivasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Jeni terus memberikan semangat kepada seluruh tenaga pengajar agar tetap kuat dalam menghadapi berbagai cobaan. Ia mencontohkan dirinya meskipun selalu di-bully, tapi tidak pernah goyah, itu juga karena adanya dukungan dari berbagai pihak. “Saya bersyukur karena punya teman-teman yang luar biasa,” katanya.

Sementara itu Pdt Helen Lopulalan, SSi dalam khotbahnya yang didasarkan dari Injil Lukas 10:38-42 menekankan campur tangan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan umat manusia. Meskipun di Tahun 2020 merupakan masa sulit, tapi setiap langkah dan pergerakan setiap orang diatur oleh Tuhan. “Walaupun di masa sulit tapi karena tuntunan dan kemurahan Tuhan bisa memasuki tahun 2021. Itu bukan karena kuat manusia tapi kemurahan Tuhan,” ujarnya.

Untuk itu Pdt Helen mengajak seluruh insan pendidikan mulai dari dinas sampai di sekolah untuk menyerahkan seluruh kehidupan dan pekerjaan kepada Tuhan. Meskipun disibukkan dengan pekerjaan, tapi Tuhan harus tetap diutamakan. “Banyak orang sibuk untuk Tuhan, tapi belum tentu itu terbaik bagi Tuhan. Tapi kalau bekerja dengan Tuhan maka berkat Tuhan akan selalu ada,” ujarnya.

Sama seperti tokoh Maria dalam pembacaan, yang memilih bagian terbaik dalam melayani Yesus. Setiap orang bisa sibuk bekerja tapi harus tetap punya waktu untuk Tuhan. Mengutamakan Tuhan dalam pekerjaan. Disdik kata Pdt Helen bisa buat banyak program tapi jika tidak diserahkan dan bergumul dengan Tuhan maka semuanya akan sia-sia. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *