oleh

Polda Buru Penyedia Dana untuk KKB

TIMIKA – Berbagai cara dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk mendapatkan dana guna membeli senjata api, khsusunya senjata api organik atau pabrikan, salah satunya yakni dengan meminta bagian dari aparat pemerintah kampung ketika ada pencairan Dana Desa (DD).

“Mereka (KKB) sering datangi aparat kampung, dan ada juga yang memang di-support oleh aparat kampung. Karena dana desa sekarang kan tidak melalui pemerintah daerah, tapi turun langsung ke kampung. Jadi ketika mereka dengar dana itu sudah cair, maka mereka sudah merapat untuk minta bagian,” jelas Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw yang ditemui wartawan, Sabtu (9/1) lalu di Hotel dan Resto Cenderawasih 66 di Jalan Cenderawasih.

Oleh sebab itu Kapolda mengingkatkan kepada para aparat kampung, agar jangan sampai terlibat kerja sama dengan KKB untuk menyuplai dana yang bisa saja digunakan untuk membeli senjata api.

“Kami sedang cari terus yang penyedia dana ke mereka (KKB), mudah-mudahan bisa kami dapat sehingga bisa terungkap semuanya,” ujarnya.

Selain itu kata Irjen Waterpauw bahwa bisnis jual beli senjata api organik juga tidak terlepas dari keterlibatan pihak luar, yang merupakan penyedia senjata api organik yang biasanya di beli oleh KKB.

“Sudah beberapa kali kami ungkap sindikat jual beli senjata, melalui jalur Philipina melewati Sulawasi Utara memang nyatanya ada dan sudah kami tangkap beberapa pelaku. Makanya kami selalu cari jaringannya untuk kami putuskan mata rantainya, biar tidak ada lagi. Lalu kami juga sudah komitmen untuk tindak tegas setiap oknum aparat yang terlibat dalam praktek ini (Jual beli senjata api),” papar Kapolda. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *