oleh

Sekolah Siap Uji Coba Belajar Tatap Muka 18 Januari

TIMIKA – Untuk menentukan penerapan belajar tatap muka di sekolah, Dinas Pendidikan Mimika sudah menggelar pertemuan dengan para kepala sekolah dan komite sebagai perwakilan orang tua. Belum ada keputusan pasti karena masih menunggu lampu hijau dari Pemerintah Daerah. Tapi sekolah menyatakan siap memulai uji coba pada 18 Januari 2021 mendatang.

Kepala SMP Negeri 2 Mimika, Mathius Sedan yang juga Ketua MKKS SMP se-Mimika ketika ditemui Radar Timika di Sentra Pendidikan, Sabtu (9/1) lalu mengatakan ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi untuk penerapan belajar tatap muka di masa pandemic Covid-19.

Pertama, wajib 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kedua, untuk memenuhi jaga jarak, maka kapasitas ruang kelas dibatasi pada setiap jam pelajaran. Jika selama ini kelas diisi 32 orang siswa maka setiap jam pelajaran dibagi empat tersisa 8 murid. “Jadi dalam satu jam pelajaran hanya 8 murid,” katanya.

Kemudian, guru harus swab untuk memastikan status kesehatan. Komite, orang tua dan sekolah harus punya peran terutama kesepakatan untuk memulai belajar tatap muka. “Tapi kalau tidak setuju berarti tidak dipaksakan,” katanya.

Pada dasarnya kata Mathius, sekolah sudah siap melakukan uji coba pada 18 Januari 2021 mendatang. Makanya sekolah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti yang disarankan Tim Covid-19. Seperti fasilitas cuci tangan, sabun dan disinfektan untuk semprot ruangan ketika jam belajar selesai.

Mathius mengakui model pembelajaran ini sangat rumit karena satu kelas dibagi menjadi 4 shift. Dimana satu kelas baru bisa tuntas dalam dua hari. Karena satu hari dua shift untuk dua kelompok. Belum lagi dengan beragamnya bidang studi sehingga harus dipenuhi. Sekolah akan memprioritaskan kelas 9 karena dipersiapkan hadapi ujian.

Di SMP Negeri 2 Mimika sendiri, sudah melakukan persiapan dan meminta bidang kurikulum menyusun jadwal pembelajaran mengingat jumlah murid mencapai 1.327 orang sehingga tidak mudah menyusun jam pembelajaran. SMPN 2 Mimika berencana membagi sesuai hari, misalnya hari Senin dan Selasa untuk kelas 7, Rabu dan Kamis untuk kelas 8 kemudian Jumat dan Sabtu kelas 9. Atau bahkan bisa sebaliknya untuk prioritas kelas 9.

Tapi dari sisi ketersediaan ruang kelas, Mathius menjamin. Hanya saja memang guru akan bekerja ekstra dari pagi sampai sore. Itupun satu shift dimaksimalkan 3 jam, bahkan kalau tidak memungkinkan maka dibuat 2 jam.

Pemberlakukan ini ditegaskan Mathius, masih menunggu keputusan dari Pemda Mimika. “Mengikuti aturan Kementerian bahwa ketika mau berjalan tergantung dari pemerintah setempat. Belum ada keputusan pasti tapi kita sudah diberi sinyal, lebih baik kita siap dari awal dari pada tergesa-gesa. Makanya kita persiapkan termasuk uji coba,” tegasnya. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *