oleh

Bangun RKB dan Tempatkan Guru Kontrak Kurangi Masalah Pendidikan

TIMIKA – Persoalan di dunia pendidikan cukup beragam. Apalagi di Mimika dengan kondisi geografi yang cukup sulit. Tapi Dinas Pendidikan secara bertahap melakukan pembenahan untuk mengurangi permasalahan. Persoalan tidak tersedianya ruang kelas secara bertahap dijawab oleh Pemda Mimika melalui Dinas Pendidikan dengan membangun ruang kelas serta fasilitas penunjang termasuk ruang guru dan sanitasi berupa toilet. Tidak hanya di wilayah kota tapi juga di pedalaman termasuk membangun perumahan bagi guru.

Pj Sekda Mimika, Jeni Usmany, SPd MPd yang juga Kepala Dinas Pendidikan ketika ditemui di SMP Negeri 2 Mimika, Senin (11/1) kemarin mengatakan pembenahan dilakukan secara bertahap agar permasalahan yang selama ini menjadi keluhan bisa diatasi.

Tidak hanya membangun gedung sekolah tapi juga menata tenaga guru. Jeni menyatakan sekarang ini tidak ada lagi masalah mengenai tenaga karena selain guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga sudah ada guru kontrak yang ditugaskan khusus di wilayah pedalaman.

“Kita mulai membenahi sedikit demi sedikit kita penuhi apa yang menjadi kewajiban pemerintah. Pembelajaran bisa berhasil ketika kita menata tenaga. Tenaga sudah tidak bermasalah karena ada PNS dan dibantu guru kontrak, ruang belajar, toilet dan sanitasi sekolah dibangun, ruang guru. Jadi ada yang sudah dikerjakan oleh pemerintah,” terangnya.

Jadi menurut Jeni dengan pembenahan ini secara perlahan bisa mengurangi permasalahan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga sekarang lebih aktif bahkan di masa pandemi Covid-19, KBM di wilayah pesisir dan pegunungan tetap berjalan secara tatap muka.

Ia menyatakan program guru kontrak dengan pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan bisa dinyatakan berhasil. “Sebab apapun teknolgi yang digunakan tidak bisa menggantikan peran guru. Tapi memang harus dipetakan, kita mempekerjakan orang yang punya kompetensi sesuai bidang keguruan dan memang dibutuhkan,” tegasnya.

Untuk fasilitas ia mengakui masih ada sekolah yang masih numpang yakni SMP Koperapoka karena merupakan sekolah baru. Saat ini masih numpang di SD Negeri 2 Koperapoka karena belum dibangun ruang kelas. Tapi menurutnya tidak ada masalah apalagi di masa pandemi pembelajaran dilakukan secara daring sehingga masih bisa diatasi oleh guru.(sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *