oleh

Selain Pengguna, Oknum IRT Juga Jadi Perantara Dalam Praktek Jual Beli Narkoba

TIMIKA- Proses penyidikan terhadap kasus kepemilikan Narkotika golongan I jenis sabu-sabu, yang tersangkanya merupakan seorang oknum Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial P terus dilakukan penyidik Sat Resnarkoba Polres Mimika.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Mansur, SH yang dikonfirmasi Radar Timika, Kamis (14/1) kemarin mengatakan, bahwa tersangka P selain pengguna narkotika golongan I jenis sabu-sabu, dia juga merupakan salah satu perantara dalam praktek jual beli sabu-sabu.

“Dia itu (tersangka P) pengguna, tapi juga sebagai perantara dalam proses jual beli (narkotika). Jadi misalnya ada yang punya barang, lalu ada orang yang beli nanti dia ini yang tugasnya pesan barang,”tuturnya.

Bahkan menurut AKP Mansur, bahwa untuk proses transaksi jual beli Narkotika jenis sabu-sabu dalam kasus tersebut, selalu menggunakan sistem transfer uang melalui nomor rekening.

“Kadang orang punya yang di pesankan melalui dia, nanti transfernya uangnya melalui rekening,”sambung Kasat Resnarkoba.

Kemudian lanjutnya bahwa dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tersangka P, diketahui bahwa dia tidak termasuk dalam jaringan pemilik dan pengguna Narkoba jenis sabu-sabu yang sudah diamankan sebelumnya beberapa hari lalu oleh Sat Resnarkoba Polres Mimika.

“Dia tidak ada kaitannya dengan yang kita tangkap sebelumnya, jadi dia ini sendiri lagi. Dia ini sebenarnya pengguna lama yang kita sudah monitor, dan selalu kita ikuti dia. Makanya kita sudah selidiki dari awal, dan begitu ada info lagi langsung kita amankan dia,”jelas AKP Mansur.

Akibat perbuatannya para tersangka dipersangkakan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I. Dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 milyar dan paling banyak Rp 10 milyar”.

Kemudian Pasal 112, Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I dalam bentuk tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 8 miliar”.

Dan Pasal 127, Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang berbunyi, “Setiap orang penyalah guna Narkotika Golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun. Kemudian, pengguna Narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun”.

Sebelumnya, tersangka P diamankan jajaran Sat Resnarkoba Polres Mimika, Rabu (13/1) lalu di kediamannya di Jalan Sosial, Lorong Swadaya, Kelurahan Kebun Sirih.

Selain mengamankan tersangka P, polisi juga mengamankan barang bukti berupa  3 paket plastik bening berisi diduga Narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Kemudian 1 buah korek  gas warna hijau, 1 buah bong atau alat hisap sabu-sabu, 1 buah sendok takar yang terbuat dari pipet, dan 1 lembar bukti transfer BRI Link. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *