oleh

Rencana Pemberian Vaksin Covid-19 Masih Tuai Pro dan Kontra

TIMIKA – Vaksinasi sebagai salah satu upaya dari pemerintah untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, masih menuai pro dan kontra. Adapun rencana pemerintah yang akan melakukan vaksinasi di Kabupaten Mimika juga masih menjadi polemik di tengah masyarakat.

Matius Uwe Yanengga

Politisi Partai Gerindra, Den B Hagabal di Kantor DPRD, Senin (18/1) mengatakan, banyak warga Mimika yang masih awam dengan progran vaksinasi Covid-19. Karena itu, pihaknya berharap agar ada sosialisasi yang lebih dekat kepada masyarakat sampai di akar rumput terlebih dahulu.

Pemerintah diminta tidak langsung menurunkan para tenaga medisnya untuk menyuntikan vaksin kepada masyarakat tanpa diawali dengan sosialisasi. Bila sosialisasi tidak dilakukan, maka dikhawatirkan banyak masyarakat yang menolak untuk divaksin.

Den B Hagabal menyebut, banyak masyarakat Papua yang yakin dengan kondisi fisik mereka yang kuat karena terbiasa hidup berdampingan dengan alam dan memandang belum memerlukan vaksin.

Dengan keyakinan imun tubuh yang kuat ini sebut Den, masyarakat yang ditemuinya mengungkapkan jika mereka tidak mau diberikan vaksin. Jika pemerintah tetap memaksakan masyarakat untuk menerima vaksin ini, Den khawatir akan timbul masalah baru yang tidak diinginkan.

“Saya sudah jalan di masyarakat, mereka bilang tidak mau divaksin, maka pemerintah harus bicara baik soal vaksin ini, jangan sampai ada masalah baru jika petugas kesehatan tetap berikan vaksin tanpa ada sosialisasi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Matius Uwe Yanengga. Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan pemberian vaksin kepada masyarakat ini harus dibarengi dengan sosialisasi. Di tengah situasi Papua yang saat ini, maka pemerintah sebutnya harus sangat bijak dan berhati-hati dalam menurunkan program kebijakannya.

“Jadi pemerintah harus berikan edukasi, sosialisasi yang baik kepada masyarakat, karena melihat dampak dari vaksin ini beredar banyak korban, maka kami tidak mau hal ini terjadi,” jelasnya.

Anggota Komisi B ini mengatakan terkait dengan pemberian vaksin ini perlu ada kejelasan dari pemerintah kepada masyarakat. Dengan penjelasan kandungan vaksin serta manfaat dan dampak yang didapat oleh masyarakat kata Yanengga, masyarakat kini masih menolak karena banyak berita yang simpang siur di media sosial. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *