oleh

Sebelum Dipulangkan, Masyarakat Kampung Waa Banti Harus Rapid Antigen

TIMIKA- Pemerintah Kabupaten Mimika, aparat keamanan dan PT Freeport Indonesia (PTFI), kini sedang menyiapkan proses pemulangan masyarakat Kampung Waa Banti ke kampung mereka di Distrik Tembagapura.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, Senin (18/1) kemarin saat menemui masyarakat Kampung Waa Banti di posko mereka yang berada di Jalan Baru, Kelurahan Kwamki Baru mengatakan, pihaknya sementara menyiapkan segala bentuk keperluan terkait kepulangan masyarakat Kampung Waa Banti.

Yang mana salah satunya yakni pelaksanaan rapid antigen, kepada masyarakat Kampung Waa Banti, yang hendak kembali ke kampung mereka di Distrik Tembagapura.

“Jadi mama-mama tidak boleh takut untuk periksa. Jadi nanti nama-nama yang akan pulang duluan ke kampung ini, yang nanti akan diperiksa kesehatan lebih dulu,”kata Wabup.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan masyarakat Kampung Waa Banti, Martina Natkime juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat keamanan, yang telah membantu dan mendukung proses pemulangan masyarakat Kampung Waa Banti ke kampung mereka di Distrik Tembagapura.

“Saya terima kasih bapak Wakil Bupati dengan semua yang sudah bantu kami. Yang paling penting dan utama, adalah kami ini hanya kamu kembali pulang ke kampung kami,”ucap Martina Natkime.

Sementara itu Wabup yang ditemui wartawan di posko masyarakat Kampung Waa Banti mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan proses pelaksanaan rapid antigen, yang rencananya akan dilaksanakan Selasa (19/1) hari ini Jalan Agimuga, Mile Point (MP) 32.

“Kami sudah siap semua untuk proses rapid. Cuma kita tunggu kepastian lagi dari PTFI terkait jadwal bus mereka. Kalau jadwal bus Hari Rabu maka besok (Hari ini) kita mulai pelaksanaan rapid antigen. Dan untuk pelaksanaannya secara bertahap, sesuai nanti dengan jumlah bus yang disediakan,”jelasnya.

Lanjut Rettob, bahwa untuk masyarakat Kampung Waa Banti dan Opitawak yang terdaftar saat ini sekitar 2.075 jiwa, namun bukan total keseluruhan itu yang dipulangkan ke kampung mereka.

“Tidak semua pulang, anak-anak sekolah tinggal lalu ada anak-anak muda yang sebagian sudah dapat pekerjaan juga mereka tinggal. Jadi dari 2.075 jiwa itu, nanti mereka akan mendaftar siapa yang akan berangkat duluan, dan proses pemulangannya nanti bertahap sampai selesai. Mereka akan dilakukan rapid antigen, kalau dinyatakan sehat boleh pulang,”urai Wabup.

Kemudian pada kesempatan yang sama juga, Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK mengatakan untuk situasi keamanan di Distrik Tembagapura sendiri sudah kondusif.

“Pasca terjadinya gangguan keamanan di Tembagapura Tahun 2020 yang membuat mereka ini harus turun ke Timika, situasi Tembagapura sekarang cenderung kondusif dengan adanya penegakan hukum yang dilakukan aparat TNI dan Polri,”paparnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *