oleh

Tokoh Muda Intelektual Papua Minta Kasus di Intan Jaya Dapat Terungkap

TIMIKA – Tokoh Muda Papua dan Lulusan Pascasarjana Universitas Pertahanan Indonesia, Steve Mara angkat bicara perihal beberapa aksi kekerasan KKB yang terjadi di Intan Jaya. Ia menilai, para pelaku kekerasan yang terjadi harusnya ditangkap segera. Selain itu ia meminta agar kesejahteraan prajurit TNI yang bertugas diperhatikan.

Melalui rilis yang diterima dari Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Sabtu (23/1) lalu, Steve Mara menjelaskan, para pelaku pembakaran pesawat MAF dimintanya dapat segera ditangkap. Hal itu selain untuk memberikan hukuman kepada mereka yang melakukan aksi tersebut, juga agar Intan Jaya pulih dari konflik yang selama ini terjadi.

“Konflik di Intan Jaya selama ini sudah lama terjadi, selain dengan aparat keamanan, juga dengan masyarakat sipil yang menjadi korban. Itu saya harap bisa ditangkap dan semua kasus lain serupa yang terjadi di Papua juga harus diungkapkan kasusnya,” ujarnya.

Berkaitan dengan kesejahteraan, ia menyampaikan agar kesejahteraan prajurit TNI – Polri yang bertugas dapat diperhatikan. Khususnya untuk keluarga yang ditinggal tugas. “Supaya prajurit yang bertugas tidak tertekan secara psikologis memikirkan biaya hidup anak dan istri,” jelasnya.

Steve Mara juga mengusulkan agar prajurit TNI – Polri yang bertugas dapat di-rolling per tiga atau enam bulan. Hal itu untuk menghindari kejenuhan di tempat tugas.

Sebelumnya, Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa dalam rilis yang sama menyatakan, 2 prajurit TNI gugur setelah ditembak pada Jumat 22 Januari 2020. Dua personel itu yakni Pratu Roy Vebrianto ditembak secara membabi buta usai salat subuh di Pos Titigi Yonif Raider 400/BR. Satu lagi yakni Pratu Dedi Hamdani ditembak saat melakukan pengejaran terhadap pelaku, di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya. (dcx)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *