oleh

Kasus Rasisme ke Tokoh Papua, Robby: Pelaku Harus Ditindak

TIMIKA – Tindakan rasis yang diduga dilakukan Ambroncius Nababan, yang diduga tergabung sebagai relawan pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap tokoh Papua yang merupakan mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai, menjadi banyak perbincangan di media sosial. Soal kasus ini, wakil rakyat di DPRD Kabupaten Mimika berharap agar hal ini tidak sampai meluas dan memecahbelah persatuan warga Papua.

Kepada yang bersangkutan yakni Ambroncius Nababan, Ketua DPRD Mimika, Robby Kamaniel Omaleng saat ditemui Radar Timika, Senin (25/1) berharap agar kasus ini dapat ditangani secara cepat dan pelaku bisa dijerat sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Soal kasus rasisme saya harap tidak diperluas untuk semua kalangan, pelaku harus diproses hukum. Karena kasus seperti ini bisa memecah belah masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Robby, kasus rasisme bukan hal baru terjadi kali ini saja. Untuk itulah, dengan dasar Pancasila dan UUD 1945, maka pelaku perlu diadili seadil-adilnya agar perbuatan yang sama tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Masyarakat juga kata Robby diharapkan tidak terjebak dan terprovokasi.

Disebutkannya, pelaku rasisme ini (Ambroncius Nababan) pernah hidup dan menjadi Caleg di Papua. Atas upaya yang lakukan ini, Robby menilai bisa disebut untuk mencari nama.

Atas kasus rasisme ini tambah Robby, masyarakat Papua menaruh harapan kepada Kapolri yang baru dilantik. Dengan Kapolri yang baru ini, masyarakat Papua berharap agar Papua bisa tetap aman dan damai, sehingga kasus-kasus seperti ini bisa ditangani dengan baik sesuai aturan dan hukum yang berlaku.

“Yang bersangkutan harus diproses. Kapolri baru menyikapi hal ini agar bagaimana Papua aman dan damai. Saya yakin Kapolri baru cepat menangani hal ini,” jelasnya.

Sekadar diketahui, tindakan rasis Ambroncius Nababan itu melalui akun facebook miliknya. Ambroncius Nababan memasang foto Natalius berdampingan dengan seekor Gorilla, berdasarkan tangkapan layar yang beredar.

Tindakan Abroncius itu menyikapi pernyataan Natalius yang menyatakan masyarakat berhak untuk menolak vaksin Covid-19 karena menolak atau menerima vaksin adalah hak asasi manusia. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *