oleh

Kecepatan Tinggi, Mobil Tangki Air Masuk Semak-Semak, Di Jalan Poros SP 6

TIMIKA- Satu unit mobil tangki air, Minggu (24/1) lalu mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Poros SP 6 menuju Logpon.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Lantas Polres Mimika, Iptu Devrizal, SE yang ditemui Radar Timika, Senin (25/1) kemarin di gedung DPRD Kabupaten Mimika menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kasus kecelakaan tunggal itu.

Menurut Kasat Lantas bahwa kasus kecelakaan tunggal itu terjadi, diduga pengemudi mobil naas itu tidak bisa mengendalikan laju kendaraan tersebut. Sehingga mobil itu keluar dari jalan raya, dan langsung menerobos semak-semak yang ada di sekitar lokasi kejadian.

“Akibat kecelakaan itu, mobil tangki air milik salah satu depot air di SP 3 itu terperosok masuk semak-semak,”ujarnya.

Lanjut kata Iptu Devrizal bahwa kasus kecelakaan tunggal itu terjadi sejak Minggu sore, namun pihaknya menerima laporan terkait kasus kecelakaan tunggal itu pada Senin dini hari.

“Itu kecelakaan sebenarnya sudah dari sore kemarin (Minggu red), tapi baru diketahui oleh masyarakat dan mereka laporkan ke kita pada tadi malam (Senin). Makanya begitu kita terima laporan, langsung anggota respon ke TKP. Kita juga sudah tanyakan langsung ke pemiliknya yang bernama Eva, lalu anggota juga sudah cek memang tidak ada korban jiwa,”jelasnya.

Kasat Lantas menguraikan kronologis kejadian kecelakaan tunggal itu, bermula saat mobil yang di kemudikan oleh sopir yang hingga kemarin belum diketahui identitasnya itu, melaju dari arah Logpon menuju ke arah SP 5.

Karena kecepatannya di atas 80 kilo meter per jam sambungnya, karena saat anggota tiba ke TKP dan mengecek kondisi mobil maka didapati posisi persneling mobil berada pada posisi keempat. Dimana kita ketahui bahwa berdasarkan teori, maka persneling satu itu kecepatan 0 sampai 20 kilo meter per jam. Sedangkan untuk persneling dua itu, kecepatannya 20 sampai 40 kilo meter per jam.

Kalau untuk persneling tiga, kecepatannya 40 sampai 80 kilo meter per jam. Dan untuk persneling empat, kecepatan 80 sampai 100 kilo meter per jam. Makanya kita simpulkan bahwa mobil itu sebelum kecelakaan, memang dia melaju dengan kecepatan tinggi.

Sehingga ia mengatakan, bahwa kepolisian saat ini sedang melakukan pemanggilan terhadap pemilik mobil tangki air tersebut, untuk memintai keterangan, terkait siapa yang mengemudi mobil tersebut hingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan tunggal.

“Kita sementara panggil pemilik mobil itu, untuk bisa tahu siapa sopir mobil tangki air, yang mengalami kecelakaan tunggal di daerah SP 6 itu,”pungkasnya. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *