oleh

Lemasa dan Lemasko Diharap Menata Wilayah Adat Masyarakat

TIMIKA – Lembaga Masyarakat Amungme (Lemasa) dan Lembaga Masyarakat Adat Kamoro (Lemasko) diharapkan dapat menata wilayah adat masyarakat sebagai pemegang hak ulayat di Kabupaten Mimika. Peran dari ke dua lembaga adat ini sangat penting, agar tidak ada gejolak yang timbul di tengah masyarakat akibat ketidakjelasan wilayah-wilayah adat dengan kekayaan daerah yang ada di sekitarnya.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD, Robby Kamaniel Omaleng, Senin (25/1) menanggapi aksi demo damai yang dilaksanakan oleh masyarakat 7 marga menolak penambangan Galian C di Iwaka yang berlangsung di DPRD kemarin.

Dikatakan Robby, ke dua lembaga adat ini diharapkan dapat menata wilayah adat milik masyarakat sehingga kedepannya tidak ada permasalahan yang muncul akibat pengambilan kekayaan daerah seperti penambangan pasir timbunan di Iwaka.

“Perlu adanya penataan secara administrasi yang benar serta penataan mengenai wilayah adat oleh Lemasa dan Lemasko, itu yang perlu di situ,” ujar Robby.

Lanjutnya, berdasarkan aksi yang diikuti oleh sekitar 50 orang yang di pimpin oleh Melky Ricky Dimpau, masyarakat 7 Marga Kali Iwaka, yaitu masyarakat hak ulayat Hulu (Highland) dan masyarakat hak ulayat hilir (lowland) diharapkan juga tidak sekedar menjadi tameng dari para pengusaha yang mengambil keuntungan dalam mengeruk pasir timbunan di Kali Iwaka. Masyarakat setempat sebut Robby harus memperhatikan jika mereka perlu diberdayakan serta dilibatkan dalam aktivitas penambangan.

“Masyarakat harus diberdayakan dan dilibatkan dalam pekerjaan tersebut, ini perlu diperhatikan oleh kontraktor-kontraktor yang ada di sana,” jelas Robby.

Ditambahkan Robby, walaupun pertambangan sudah dialihkan wewenangnya ke Pemprov Papua, namun Pemda Mimika diharapkan tidak tinggal diam soal aktivitas pertambangan di Timika. Dengan dibentuknya Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Timika, maka aktivitas pertambagan ini sebutnya bisa tetap jalan dengan pengawasan langsung oleh pemerintah dan bisa ada pendapatan bagi daerah.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *