oleh

Puskesmas Kwamki Mulai Vaksinasi Covid-19

TIMIKA – Setelah pencanangan tingkat kabupaten, vaksinasi kini mulai dijalankan oleh setiap Puskesmas yang diawali dari para tenaga kesehatan. Salah satunya di Puskesmas Kwamki yang pada sesi pertama Senin (25/1) kemarin diikuti 21 orang dan yang sudah vaksin ada 13 orang bertempat di Pustu Sukacita yang berada di Jalur V Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama.

Kepala Puskesmas Kwamki, dr Armin yang terlibat langsung dalam proses vaksinasi mengatakan, vaksinasi di area Puskesmas Kwamki resmi dimulai. Pada tahap pertama vaksinasi menyasar tenaga kesehatan. Puskesmas Kwamki memiliki tenaga kesehatan sebanyak 94 orang, tapi sasaran vaksin ada 91 orang.

Armin mengungkapkan dari 91 orang itu, yang sudah terdaftar sebanyak 68 orang. Sehingga 68 orang ini yang akan mulai divaksin dan dibagi dalam empat sesi. Setiap sesi terdiri dari 20 orang tenaga kesehatan.

Pada sesi pertama kemarin diikuti 21 orang termasuk salah seorang pegawai dinas yang mengikuti monitoring vaksinasi. Tapi berdasarkan hasil skrining yang bisa vaksin hanya 13 orang. Sementara 8 orang lainnya tidak bisa karena faktor komorbid atau penyakit penyerta.

Pemberian vaksin kepada para tenaga kesehatan Puskesmas Kwamki di Pustu Sukacita, Kampung Bintang Lima, Distrik Kwamki Narama, Senin kemarin.

Vaksinasi terhadap tenaga kesehatan ini bukan sekadar karena sebagai kelompok rentan tapi juga sebagai bentuk promosi bagi masyarakat agar tidak khawatir atau takut untuk divaksin. Sejak adanya rencana vaksinasi, Puskesmas Kwamki kata Armin sudah gencar melakukan promosi kepada masyarakat dengan melibarkan lintas sektor mulai dari kepala distrik, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Armin mengakui, vaksinasi pasti mengundang pro dan kontra. Tapi itu tidak hanya terjadi di Mimika atau Kwamki Narama tapi hampir setiap wilayah di Indonesia. “Tapi bagaimana caranya pendekatan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat itu yang sangat penting kami libatkan semua,” ujarnya.

Untuk kesiapan vaksinasi, Puskesmas Kwamki sudah memiliki tenaga terlatih. Prosedurnya pun tetap mengikuti juknis yang sudah ditetapkan. Dimana ada empat tahapan yang harus dilalui untuk vaksinasi. Di Pustu Sukacita yang menjadi pusat vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan pengaturan tempat.

Dimulai dari loket pendaftaran yang akan dilayani dua orang tenaga kesehatan. Di loket ini, petugas mendata identitas calon penerima vaksin dan diinput dalam aplikasi PCARE. Kemudian lanjut ke meja kedua yang dilayani tiga orang terdiri dari 2 dokter dan satu perawat untuk skrining. Di meja ini calon penerima vaksin menerima jawaban apakah bisa divaksin atau tidak dan juga ditunda.

Meja ketiga yang ditempatkan dalam salah satu ruangan menjadi tempat pemberian vaksin. Dua orang juru imunisasi bertugas menyuntikkan 0,5 ml dosis vaksin kepada penerima vaksin. Setelah divaksin, lanjut ke meja keempat untuk observasi dan pencatatan pelaporan. Setiap orang yang sudah menerima vaksin tetap diminta menunggu sekitar 30 menit di Pustu untuk terus dipantau apakah mengalami kejadian ikutan paska imunisasi.

Proses ini kata Armin merupakan standar pelayanan pemberian vaksin. Untuk itu ia meminta warga tidak takut untuk divaksin. “Vaksin ini sangat bermanfaat buat kita. Untuk itu diharapkan dengan adanya vaksinasi ini masyarakat diharapkan lebih peduli dengan semboyan ‘Sa vaksin ko aman, ko vaksin sa aman’,” terangnya. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *