oleh

Vendor Proyek Atap Gedung DPRD akan Lakukan Perubahan

TIMIKA – Akibat dari kesalahan pemasangan atap gedung DPRD Kabupaten Mimika, maka kontraktor yang menangani proyek akan segera melakukan perubahan. Dengan atap gedung DPRD yang kini berwarna kuning dan biru, ini tidak sesuai dengan kontrak. Kontraktor menyebutkan jika vendor yang menangani atap gedung ini salah mengirim atap berwarna kuning.

Mengingat dalam kontrak atap gedung DPRD seharusnya berwarna biru, maka kontraktor siap mengganti warna yang ada kini dengan warna yang baru sesuai kontrak.

Hal itu diungkapkan Setwan DPRD, Drs Ananias Faot, MSi, Senin (25/1). Menurutnya, atas kesalahan tersebut pihak pekerja sudah membuat pernyataan jika penutup akan segera dikirim ke Timika dan kontraktor segera merubah sesuai dengan kontrak.

“Sebenarnya tidak seperti itu, dia tutup tapi warna biru, itu bentuknya kecil, kesalahan dari pihak pekerja dan mereka sudah buat pernyataan dan pihak kontraktor sedang buat penutup itu dan segera dikirim ke sini untuk mereka rubah,” jelasnya.

Pihak kontraktor kata Ananias sudah mengakui kesalahan pemasangan atap yang berwarna kuning tersebut dan sudah berjanji akan mencopot yang lama ini untuk diganti dengan yang berwarna biru.

Pemasangan atap ini kata Ananias dikerjakan pada anggaran perubahan 2020. Pihak kontraktor sendiri menyelesaikan pekerjaan yang belum rampung tahun lalu.

Akibat dari belum rampungnya pemasangan atap ini sebutnya, ruangan rapat paripurna di sisi sebelah kiri sudah mengalami kebocoran. Dampaknya pun merembet sampai ke ruangan bagian persidangan yang mengalami kebocoran sehingga menyebabkan ambruknya plafon di ruang tersebut.

Lanjut Ananias, di tahun 2020 ada sebagian pekerjaan atap yang tidak selesai. Dengan anggaran Rp 1,4 miliar digunakan untuk menyelesaikan penutupan atap gedung ini. Atap gedung sendiri diselesaikan dalam jangka waktu yang cukup lama mulai tahun 2018.

“Atas ijin pimpinan dewan saya mengalokasikan anggaran Rp 1,4 miliar itu untuk menyelesaikan pemasangan atap gedung DPRD,” jelasnya.

Ditambahkannya, sesuai nilai kontrak seharusnya pemasangan atap gedung DPRD sudah rampung pada Desember 2020. Namun karena adanya kesalahan, maka pihak kontraktor akan menyelesaikan proyek ini sebab barang harus dikirim dari luar Timika.

“Kesalahan ada di pihak mereka (kontraktor) jadi mereka yang akan selesaikan,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *