oleh

222 Tenaga Kerja Asing Terdaftar Bekerja di Mimika

TIMIKA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Mimika mencatat ada 222 tenaga kerja asing yang bekerja di Mimika. Dari jumlah itu, hampir semuanya bekerja di area PT Freeport Indonesia, termasuk pada perusahaan kontraktor maupun privatisasi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Mimika, Antonius Welerubun yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/1) kemarin mengatakan, tenaga kerja asing dilaporkan oleh masing-masing perusahaan. Adapun perusahaan yang melaporkan penggunaan tenaga kerja asing diantaranya PTFI, Redpath, Sandvik, YPJ dan Strukturindo.

Perusahaan di area PTFI kata Anton, cukup tertib dalam melaporkan penggunaan tenaga kerja asing. Sementara perusahaan lain seperti perusahaan kayu yang beroperasi di Potowayburu tidak pernah melapor apalagi terdaftar.

Setiap tenaga kerja asing yang bekerja di Mimika dikenakan retribusi sebesar 1.000 USD. Sepanjang Tahun 2020, dari 222 orang tenaga kerja asing yang dilaporkan, Disnakertrans berhasil mengumpulkan pendapatan asli daerah sebesar Rp 4.281.140.294 yang dibayarkan oleh perusahaan.

Anton menambahkan, belum lama ini Disnakertrans menggelar pertemuan dengan perusahaan yang menggunakan tenaga kerja asing untuk menyamakan presepsi tentang mekanisme pendataan dan perpanjangan izin. Memang untuk pengurusan izin pertama dilakukan di Jakarta, tetapi saat perpanjangan harus dilakukan di Mimika.

“Kita sudah sepakat tahun ini mereka pusatkan pembayaran retribusi di Mimika. Kita bukan melihat izin perusahan, tapi lokasi kerja tenaga kerja asing tersebut,” ujar Anton. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *