oleh

104 Nakes di RS Kasih Herlina Ditargetkan Vaksinasi Covid-19

TIMIKA – Pemberian vaksin Covid-19 kepada para tenaga kesehatan di sejumlah Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di seputaran kota Timika masih terus berlangsung. Khusus untuk Rumah Sakit Kasih Herlina, dari 123 Tenaga Kesehatan (Nakes) yang ada, target yang divaksinasi sebanyak 104 orang. Vaksinasi berlangsung di RSIA dan dilakukan oleh juru imunisasi dari rumah sakit tersebut. Direncanakan penyuntikan vaksin akan berlangsung sampai Selasa pekan depan. Vaksinasi sendiri sudah dilakukan sejak Kamis (28/1) lalu. Dalam sehari ada 30-an Nakes yang mendapat vaksinasi.

Direktur RS Kasih Herlina, dr Leonard Pardede, SpOG-K yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Mimika, Jumat (29/1) menyebutkan, sebelum pelaksanaan vaksinasi, juru imunisasi dari rumah sakit ini melakukan pertemuan secara daring bersama Dinas Kesehatan. Sebelum vaksinasi dimulai, juga dilakukan simulasi terlebih dahulu.

“Hari Kamis kita sudah mulai (vaksinasi) kepada 30 orang, Selasa depan kami rencana sudah selesai,” ujarnya.

Dikatakan dr Leo, vaksin dilakukan di ruang pertemuan lantai 3 RS Kasih Herlina. Pelaksanaan vaksinasi dilakukan berdasarkan petunjuk Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Sesuai dengan anjuran pemerintah, dengan jumlah Nakes di RS Kasih Herlina, maka bisa melakukan penyuntikan vaksin sendiri dengan pemberian vaksin dari Dinas Kesehatan.

Dikatakan dr Leo, RS Kasih Herlina yang merupakan Faskes awal tempat transit pasien awal Covid 19 di Mimika memang dianjurkan melaksanakan vaksinasi kepada para Nakesnya langsung di Rumah sakit ini.

Dari total Nakes yang ada kata Dr Leo, pihaknya juga masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan observasi apakah yang bersangkutan bisa divaksin. Dengan syarat dan ketentuan sesuai petunjuk Kementrian Kesehatan, maka bisa dilakukan penundaan terlebih dahulu. Jika Nakes yang bersangkutan sudah siap, maka akan dilakukan tindakan vaksinasi.

Ditambahkan dr Leo, mengingat pentingnya vaksinasi ini, ia menyarankan sebaiknya semua Nakes yang layak diberikan bisa ikut divaksinasi. Vaksin ini sebutnya adalah untuk kepentingan para Nakes itu sendiri.

“Kita kontak dengan pasien, dengan masyarakat yang kita tidak tau mereka terinfeksi atau tidak, jadi kita melindungi diri kita dan melindungi orang-orang yang bertemu dengan kita,” jelasnya.

Lanjutnya, jika Nakes sampai terinfeksi dan kemudian menyebarkan kepada orang lain, maka tentu ini tidaklah baik. Jadi, sebutnya dengan vaksin yang diterima ia berharap ada kekebalan dan masyarakat yang mendapatkan layanan di Faskes bisa aman.

“Jadi sa lindungi ko, ko lindungi sa,” pungkas dr Leo. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *