oleh

Masyarakat Inginkan Pemekaran Kabupaten Puncak Damal

TIMIKA – Masyarakat di Kabupaten Puncak menginginkan adanya pemekaran satu kabupaten baru yakni Kabupaten Puncak Damal. Dengan dasar inilah, Salmon Jolemal selaku Ketua Tim Kerja Wadah Intelektual Suku Damal mengatakan, keberadaan mereka sebagai wadah yang dibentuk dengan tujuan berbicara dan membela hak-hak dasar suku Damal, akan memperjuangkan dan mendukung upaya pemekaran Kabupaten Puncak Damal.

Saat menggelar jumpa pers di salah satu rumah makan di Jalan Yos Sudarso, Sabtu (30/1) lalu, Salmon mengatakan apa yang diharapkan masyarakat juga sejalan dengan rekomendasi DPRD Kabupaten Puncak mengenai persetujuan pemekaran Kabupaten Puncak Damal dari Kabupaten induk, yakni Kabupaten Puncak dengan ibu kota di Distrik Wangbe, maka kaum intelektual yang bergabung dalam wadah ini sangat mendukung penuh dan akan membantu tim pemekaran serta DPRD dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu untuk mensukseskan Kabupaten Puncak Suku Damal.

“Kami kaum intelektual yang bergabung dalam wadah ini sangat mendukung penuh dan akan membantu tim pemekaran dan DPRD dalam rangka mempersiapkan segala sesuatu untuk mensukseskan pemekaran Kabupaten Puncak Damal,” ujar Salmon.

Lanjut Salmon, suku Damal membutuhkan kabupaten sendiri. Dari sisi lainnya sebagai bagian dari distrik induk sejak kabupaten Paniai, ibu kota Nabire, di mana distriknya adalah salah satu distrik induk yang sama dengan Intan Jaya, Mulia dan Ilaga yang sudah menjadi kabupaten sendiri. Untuk itulah, maka masyarakat ingin berjuang untuk menjadi kabupaten sendiri. Sementara itu, soal persyaratan maupun kajian lainya akan dikaji bersama dengan tim pemekaran dan Pemda Kabupaten Puncak.

Dikatakanya, pada prinsipnya pemerintah daerah siap mendanai kepentingan pemekaran kabupaten ini. Dari sisi masyarakat juga sudah menjadi aspirasi dan kerinduan dari Suku Damal sebagai salah satu suku terkecil yang ada di Papua Tengah, mereka merasa tidak bisa bergabung dengan suku lain dan merasa harus punya kabupaten sendiri.

Senada dengan hal itu, Aminus Wamang selaku tokoh pemuda mengatakan, ia sangat mendukung upaya pemekaran Kabupaten Puncak Damal. Dengan Sumber Daya Manusia dan wilayah sudah sangat siap untuk menjadikan kabupaten baru. Hal inilah yang menyebabkan pemerintah mengeluarkan rekomendasi untuk pemekaran kabupaten baru.

“Kami dari tokoh pemuda sangat mendukung, kami siap, kami harap setiap element yang ada di Puncak diakomodir agar apapun yang menjadi tujuan baik pemerintah maupun DPRD bisa tercapai kalau tidak bersatu maka perbedaan pendapat akan muncul dan memperlambat pemekaran,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Detinus Magai selaku Sekretaris tim pembentukan suku Damal mengatakan jika ia mengajak seluruh intelektual Suku Damal untuk bersatu padu, samakan pandangan dan konsep untuk menyikapi dinamika yang ada. Ia mengajak seluruh intelektual untuk berbicara di forum yang terbuka dan resmi agar tujuan ini menjadi tujuan bersama dan keputusan yang dihasilkan lewat musyawarah dan mufakat demi kepentingan Suku Damal yang ada dalam satu kesatuan.

Pada kesempatan yang sama, Salmon menyebutkan jika berdasarkan letak historis dan antropologis, wilayah adat Suku Damal lebih cocok masuk wilayah adat Meepago dibandingkan Lapago. Dari zaman nenek moyang, masyarakat Damal cenderung tidak berbaur dengan suku di Lemah Baliem dan lebih dekat dengan historis ke wilayah Meepago. Hal ini juga sejalan dengan pemekaran Provinsi Papua Tengah yang ibu kotanya di Kabupaten Mimika, maka masyarakat ingin bergabung ke wilayah adat Meepago dan bergabung dengan rencana pemekaran Provinsi Papua Tengah.

“Kami akan bersikap, bekerja dan mengambil langkah-langkah sampai ke tingkat provinsi, pusat,” ujarnya. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *