oleh

Penyelesaian Tapal Batas Diharapkan Rampung Tahun Ini

TIMIKA – Penyelesaian masalah tapal batas antara Kabupaten Mimika dengan Kabupaten Deiyai, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Nduga diharapkan bisa rampung tahun ini. Dimana, pemerintan bersama DPRD telah melakukan koordinasi dengan pihak Kemendagri guna penyelesaian permasalaham ini.

Agar tidak berlarut-larut dan menjadi hak sepenuhnya Kabupaten Mimika, maka Komisi A DPRD Kabupaten Mimika yang ikut langsung dalam pembahasan tapal batas Kabupaten Mimika ini berharap upaya penyelesaian tapal batas bisa selesai tahun 2021.

Mathius Uwe Yanengga. (foto: SITI AMINAH/RADAR TIMIKA)

Ketua Komisi A DPRD, Daud Bunga, Senin (1/2) mengatakan penyelesaikan tapal batas ini menjadi perhatian utama pemerintah. Dimana dari dari sekian tahun, tapal batas ini belum dapat diselesaikan karena ada beberapa hal. Untuk itulah, dengan perhatian serius pemerintah, tahun ini diharapkan tapal batas kabupaten ini sudah jelas dan selesai.

“Mudah-mudahan bisa selesai tahun ini karena ini kewenangan Kemendagri, dan Kabupaten Mimika lebih duluan ajukan dengan batas wilayah jelas kita sudah tegaskan ke Kemendagri, pakai ini saja tidak usah dirubah-rubah lagi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Politisi PKB DPRD Mimika, Mathius Uwe Yanengga. Dikatakan, sampai saat ini beberapa wilayah di Mimika sudah mulai diklaim oleh beberapa kabupaten tetangga, dimana yang sangat mencolok adalah Kabupaten Deiyai.

Sebutnya, seperti wilayah di sekitar PT PAL Distrik Iwaka, sudah diklaim oleh kabupaten tetangga. Selain itu, hal yang sama juga terjadi di Kapiraya, yang bahkan kabupaten tetangga sudah ambil ancang-ancang untuk menempatkan distrik mereka di sana.

“Saya berharap, kami tidak bisa kehilangan wilayah. Wilayah sangat penting, pemerintah coba melayangkan surat ke Kementerian Dalam Negeri, untuk memfasilitasi menyelesaikan masalah ini,” jelasnya.

Tapal batas wilayah di Mimika dengan beberapa kabupaten tetangga baik Kabupaten Deiyai, Puncak, Nduga, Intan Jaya, Asmat memang diperlukan dengan jelas.

Ditambahkannya, jika tidak diselesaikan dengan cepat dan serius, maka persoalan tapal batas ini dikhawatirkan akan menimbulkan maslaah yang lebih serius, seperti terjadinya konflik masyarakat.

“Secepatnya pemerintah Mimika ambil langkah, kembali ke wilayah Mimika yang sebenarnya. Kalau pemerintah provinsi tidak bisa, kita ke pusat yang memfasilitasi soal itu,” jelasnya.

Dengan masalah ini, diharapkan pemerintah tambah Yanengga harus serius menyelesaikan masalah ini walaupun seperti diketahui Timika kini sedang fokus untuk even Pesparawi dan PON XX. Pemerintah kata Yanengga, diharapkan dapat menyisihkan waktu diantara kesibukan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan dua even skala nasional ini dan menyelesaikan masalah tapal batas antar wilayah ini.

“Saya berharap sekali, batas wilayah tahun ini diseriusi. Kami tahu ada even besar, tapi harus sisihkan waktu untuk selesaikan masalah tapal batas ini,” pungkas Yanengga.(ami)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *