oleh

Dinkes Canangkan Bulan Vitamin A di Mimika Baru Dan Pemberian Obat Cacing

TIMIKA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika mencanangkan Bulan Vitamin A yang dirangkaikan dengan pemberian obat cacing di Distrik Mimika Baru (Miru) pada kegiatan Posyandu di Kelurahan Wanagon Distrik Mimika Baru, Sabtu (6/2).

Dalam pencanangan ini, Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika, Ny Susi Rettob berkesempatan memberikan tetes vitamin A kepada bayi dan balita didampingi Kadinkes Mimika, Reynold R Ubra.

Ny nya Susi Rettob mengatakan, pelayanan kesehatan dilaksanakan dengan pola perilaku peningkatan akses perbaikan gizi sesuai perkembangan teknologi. Kapsul vitamin A yang diberikan setiap bulan Februari dan Agustus yang ditetapkan sebagai bulan pemberian Vitamin A untuk kesehatan mata.

Selain baik untuk bayi dan balita sebutnya, Ibu nifas juga harus cukup mendapat Vitamin A sehingga bayi yang disusui kebal penyakit dan kesehatan ibu lebih cepat pulih. Kekurangan vitamin A sebutnya bisa menimbulkan beberapa resiko, penyakit infeksi diare, radang paru-paru dan pnemonia yang berakibat kematian dan buta senja.

Dengan kegiatan seperti ini tambahnya dapat meningkatkan cakupan vitamin A dan meningkatnya kunjungan ke Posyandu. “Bukan saja di sini saja, tapi di semua Posyandu. Sehingga kita bisa menjangkau semua anak dan balita,” jelasnya.

Senada dengan hal itu, Reynold R Ubra mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 yang tidak hanya meningkatkan jumlah kematian, tapi juga menurunkan derajat kesehatan masyarakat. Di tengah pandemi ini Kemenkes mencoba mengintegrasikan pelayanan kesehatan bayi dan balita biasanya dipisah pelayanan Kapsul vitamin A sendiri, pemberian obat cacing sendiri dan timbang, tapi sekarang disatukan.

“Saat ini pada Posyandu di musim pandemi covid-19, dilakukan pelayanan terpadu tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga, Reynold berharap agar di setiap kegiatan Posyandu bsia diatur dengan atur jaga jarak, cuci tangan untuk menghindari adanya klaster Posyandu. (ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *