oleh

Pemerintah Diminta Tegas Bersihkan Eks Pasar Swadaya

TIMIKA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika diminta kembali menindak tegas para pedagang guna penataan eks Pasar Swadaya. Pemerintah diharapkan tidak lagi memberikan kelonggaran atau kesempatan lagi kepada para pedagang yang “bandel” karena tidak mau direlokasi ke Pasar Sentral Timika.

Kepala Kelurahan Koperapoka, Linus Dolame kepada Radar Timika, Senin (8/2) di ruang kerjanya mengatakan upaya yang dilakukan oleh pemerintah baik Disperindag, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Distrik Mimika Baru maupun Kelurahan Koperapoka untuk memindahkan para pedagang sudah cukup maksimal.

Namun, berulang kali upaya pemindahan pedagang ke Pasar Sentral dilakukan, ternyata belum cukup membuat para pedagang merasa jera dan sampai kini masih kembali berjualan di eks Pasar Swadaya yang lebih dikenal dengan pasar lama di Jalan Bhayangkara ini.

“Saya harapkan pemerintah bisa tegas lagi, jangan berikan peluang lagi kepada para pedagang, seperti kita kasih batas waktu, lalu mereka tidak bisa dengar, pedagang kaki lima dan masyarakat ini tetap kembali jualan,” keluhnya.

Dikatakan Linus, area Jalan Bhayangkara memang harus ditertibkan agar lalu lintas menjadi lebih terarah dan tertata sebab wilayah ini ada di dalam kota dan jantung kota daerah ini. Dengan situasi para pedagang yang kini masih berjualan bahkan di pinggir jalan membuat situasi jantung kota Timika ini terlihat kumuh dan tidak tertata dengan apik.

Lanjutnya, mulai saat ini ia berharap pemerintah tidak lagi memberikan kesempatan kepada para pedagang agar mereka berjualan dengan waktu tertentu. Eks Pasar Swadaya ini sebutnya, sudah tidak boleh lagi digunakan untuk lokasi berjualan. Bukan saja pada hari-hari raya, namun setiap harinya lokasi pasar lama ini harus dikosongkan dan dibangun kembali oleh Pemda sesuai rencana tata ruang dan wilayah.

“Jangan beri kesempatan lagi kepada mereka, biar hari raya, kosongkan saja lokasi pasar, ada Pasar Sentral dan Pasar SP 2 yang menjadi pusat perbelanjaan, jadi para pedagang harus pindah semua ke sana,” imbuhnya.(ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *