oleh

Wabup Soroti Kinerja Kelurahan

TIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, SSos MM memberi catatan pada kinerja kelurahan di Mimika, yang dianggap belum maksimal dalam menjalankan fungsi dan menangani persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Wabup Rettob akhir-akhir ini mengunjungi beberapa kelurahan dan mendapati sejumlah persoalan. Ditemui di Hotel Grand Mozza, Senin (8/2) kemarin, Wabup Rettob mengungkapkan, saat kunjungan yang paling banyak ditemui adalah kantor yang sepi. Disebutkan, bukan hanya di masa pandemic, tapi juga sebelum pandemic juga situasi tetap sama.

“Jadi persoalan pelayanan di kelurahan ini saya jujur saja tidak maksimal,” terang Wabup.

Di masa pandemic sekarang ini justru menurut Wabup, pelayanan terhadap masyarakat justru harus dipastikan tetap berjalan. Bahkan kelurahan yang harus banyak berperan dengan membentuk Satgas untuk melakukan pengawasan di tingkat kelurahan sampai RT.

Namun yang terjadi justru sangat berbeda. Kantor kebanyakan kosong. Banyak pegawai tidak berkantor. Wabup mengaku hanya mendapati satu lurah dari beberapa kelurahan yang dikunjungi. “Ada di kelurahan itu pejabat sejak dilantik tidak pernah masuk. Ada beberapa pejabat sampai sekarang tidak pernah masuk,” ujarnya.

Apalagi sekarang ini pemerintah banyak menyalurkan program bantuan yang basis datanya dari kelurahan. Harusnya kelurahan aktif untuk melakukan evaluasi dan cek daftar penerima bantuan, salah satunya BST. Yang memang tidak pantas sebaiknya dicoret dan yang belum harusnya diurus.

Jadi menurut Wabup Rettob, ada banyak pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh kelurahan dan membutuhkan banyak tenaga termasuk persoalan di tengah masyarakat. Bukan hanya mengurus perizinan, beras dan bantuan, tapi juga persoalan lain. “Jadi persoalan pelayanan di kelurahan ini saya jujur saja tidak maksimal,” terang Wabup.

Kelurahan lanjutnya, mengeluhkan soal dukungan dana operasional yang terbatas. Tapi bagi Wabup, itu bukan alasan mendasar yang menghambat pelayanan. Tapi bisa dilakukan secara swadaya seperti penanganan sampah dan kebersihan lingkungan yang bisa dilakukan tanpa anggaran dengan mengajak masyarakat melakukan kerja bakti.

Melihat masih minimnya fungsi kelurahan, Wabup Rettob mengagendakan dalam waktu dekat evaluasi kelurahan di setiap distrik. “Setelah kunjungan kami akan melakukan evaluasi terhadap layanan di kelurahan,” tandasnya. (sun)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *