oleh

Dinkes dan TP PKK Mulai Kolaborasikan Posyandu di 18

TIMIKA – Angka kematian ibu dan anak di Tahun 2020 se Kabupaten Mimika masih ada di kisaran angka 300-456 per 100 ribu kelahiran. Melihat hal ini, Dinas Kesehatan dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sebagai salah satu sumber daya strategis yang bisa menjangkau pelayanan ibu dan anak akan dikolaborasikan mulai tahun ini.

Kepala Dinas Kesehatan, Reynold R Ubra, Selasa (8/2) mengatakan jika melihat kasus kematian ibu dan anak yang masih terus terjadi di tahun 2020, tidak ada bedanya dengan di tahun 1995.

Kejadian kematian ibu dan anak sebut Reynold, masih terus terjadi karena ada beberapa faktor. Salah satu faktornya yakni akses, sinergis, kolaborasi dan sinkronisasi.

Pada level perencanaan sebutnya, pihaknya masih berjalan sendiri-sendiri. Untuk itulah, untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak mulai tahun ini, maka Dinas Kesehatan akan berkolaborasi dengan TP PKK untuk isu-isu strategis salah satunya pada pelayanan ibu dan anak serta isu stunting. Dari 10 anak, 3-4 dipastikan stunting. Selain itu akses persalinan yang ditolong dengan kader kesehatan serta gizi kurang di Timika juga masih terus terjadi.

Walaupun ada stok telur lokal dan umbi-umbian sebagai pangan lokal yang membantu tumbuh kembang anak, namun hal ini tetap tidak bisa membuat angka kematian ibu dan anak menurun.

Dari hal tersebutlah kata Reynold, pihaknya akan berkolaborasi dengan TP PKK agar sejumlah isu-isu soal ibu dan anak ini bisa ditangani dengan maksimal.(ami)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *