oleh

Polisi Bekuk Dua Pelaku Curas Spesialis Curanmor

TIMIKA – Setelah mengamankan penadah sepeda motor curian berinisial R dan seorang pelaku kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) berinisial SI, penyidik Satreskrim Polres Mimika, Senin (8/2) lalu kembali mengamankan dua orang masing-masing berinisial Ri dan Le yang merupakan pelaku kasus Pencurian dengan Kekerasan (Curas) spesialis pencuri kendaraan bermotor.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui Radar Timika, Selasa (9/2) kemarin di kantor Pelayanan Polres MimIka mengatakan, kedua pelaku kasus curas itu termasuk dalam kategori sindikat spesialis curanmor dengan menggunakan kekerasan. Mereka masih merupakan satu rangkaian dan jaringan dengan pelaku R dan SI.

“Kita amankan duluan itu kan pelaku SI, lalu dari hasil pengembangan munculah namanya R. Lalu kami kembangkan lagi, muncul ada tiga nama yakni Ri, Le dan M. Cuma untuk pelaku M ini DPO dan masih kita lakukan pengejaran. Karena penadah R ini, membeli sepeda motor dari pelaku utama yakni Ri, Le dan M makanya mereka ini termasuk dalam satu jaringan,” jelasnya.

AKP Hermanto juga menyebut, dari pemeriksaan sementara terhadap Ri dan Le, mereka mengaku bahwa mereka melakukan aksi pencurian sepeda motor dengan menggunakan cara kekerasan di beberapa lokasi di Kota Timika.

“Dari hasil interogasi kami, ada beberapa titik yang mereka ambil (Curi). Tapi ini sementara kita masih cek nomor rangka dan nomor mesin, lalu kita mau cocokan dengan Laporan Polisi tentang curnamor yang masuk ke kita. Kalau yang  kita amankan mereka ini terkait kasus curanmor dengan menggunakan kekerasan yang terjadi di SP1 pada Bulan Agustus Tahun 2020 lalu, dan memang Laporan Polisinya ada di kita,” urai Kasat.

Bahkan menurutnya, dari pengakuan para pelaku kasus curas spesialis pencurian kendaraan bermotor itu, mereka tergabung dalam beberapa geng motor yang memang selalu melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor dengan menggunakan cara kekerasan.

“Ada oknum kelompok geng motor yang mengatasnamakan JRMS, kemudian ada juga Jarum Super (Jarang di rumah suka pergi). Dan mereka ini kayak geng motor di kota besar, mereka saling cari nama. Memang ada banyak kelompok motor, tapi tidak seperti mereka ini karena mereka ini kayaknya untuk berbuat kejahatan,” ungkap AKP Hermanto. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *