oleh

106 Mahasiswa Eksodus Masih Ada di Timika

TIMIKA – Sebanyak 106 mahasiswa eksodus akibat kasus rasisme di Surabaya pada 2019 silam, sampai saat ini masih berada di Kabupaten Mimika. Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Setda Kabupaten Mimika sendiri belum bisa memulangkan mereka ke tempat studi karena mengalami kekurangan anggaran di Tahun 2021 ini.

Kepala Bagian SDM, Hendrikus Jangkup Nuboba, SE saat dijumpai Radar Timika, Rabu (10/2) kemarin mengatakan, 106 mahasiswa eksodus yang terpaksa kembali ke Timika akibat adanya kasus rasisme di Surabaya, sampai saat ini masih berada di Timika. Disebutkanya, mereka masih berada di Timika dan belum dikembalikan ke kota studinya karena pemerintah kini mengalami defisit anggaran.

“106 mahasiswa eksodus yang masih ada di Timika, mereka belum bisa dikembalikan karena masih kekurangan biaya ke tempat studinya masing-masing, itu yang kendala utama,” jelasnya.

Melihat permasalahan ini, Legislatif berharap agar pemerintah bisa segera memfasilitasi mereka agar dapat dikembalikan ke tempat studi mereka. Mengingat sudah satu tahun lebih sejak meninggalkan tempat studinya, para mahasiswa ini tentu akan sangat rugi sebab tidak mengikuti proses perkuliahan.

Wakil Ketua I DPRD, Aleks Tsenawatme berharap agar permasalahan ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan gejolak serta hal-hal yang tidak diinginkan.

Aleks sendiri mengakui ia sudah langsung berkoordinasi dengan Plt Sekda soal permasalahan ini. Dan berdasarkan informasi setelah bertemu Plt Sekda, pemerintah tetap akan mengembalikan ratusan mahasiswa ke tempat studinya namun akan dicek terlebih dahulu apakah mereka masih terdaftar atau tidak.

“Tetap kirim, tetapi apakah anak-anak ini sudah teregistrasi di kampus atau belum,” ujarnya.

Selain oleh pemerintah, masalah ini juga akan dikoordinasikan kepada pihak Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Apakah anak-anak ini ada yang dibiayai oleh YPMAK, jika ada apakah masih dibiayai atau tidak. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *