oleh

Legislatif Soroti Pembangunan Jalan Cenderawasih

TIMIKA – Pembangunan Jalan Cenderawasih, khususnya di seputaran bundaran Petrosea mendapat perhatian dan sorotan dari wakil rakyat. Dengan memakan anggaran yang berulang-ulang kali setiap tahunnya, pemerintah dinilai menghambur-hamburkan anggaran karena hanya fokus pada satu proyek saja.

Dengan kondisi pandemi Covid-19 yang membuat daerah mengalami defisit anggaran, legislatif melihat sebaiknya pemerintah bisa lebih bijak dengan tidak melakukan pekerjaan proyek hanya di satu lokasi saja.

Ketua Komisi C DPRD, Elminus B Mom, Rabu (10/2) mengatakan, pembangunan jalan SP 2 ini bukan proyek yang baru dilakukan tahun ini. Pembangunan ini sudah dilakukan berulang-ulang kali dengan memakan anggaran sampai ratusan miliar.

“Mengapa pembangunan jalan SP 2 ini dilakukan berulang kali, memakan anggaran sampai ratusan miliar, padahal ini hanya plester ‘luka’ saja,” ujarnya.

Dikatakan Elminus, setiap tahun anggaran proyek pembangunan jalan tersebut selalu ada anggaranya dan diusulkan oleh dinas teknis. Padahal sebutnya, masih banyak lokasi lain yang membutuhkan sentuhan pembangunan dari pemerintah. Masyarakat kata mantan Ketua DPRD ini, sangat membutuhkan pembangunan baik jalan maupun jembatan.

Pemerintah kata Elminus, sampai kini masih fokus pada beberapa proyek besar yang menelan biaya fantastis.

“Pembangunan jalan SP2 ini saja dia putar-putar dengan anggaran yang begitu besar hingga ratusan miliar, kami mempertanyakannya kepada pemerintah,” tukas Elminus.

Pada pembahasan APBD 2021 tahun lalu tambahnya, Fraksi Gerindra sudah menolak dengan keras usulan anggaran untuk proyek yang sama. Namun, penolakan ini tidak membuat proyek terhenti dan pemerintah tetap melaksanakan proyek dengan anggaran yang sangat besar. (ami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *