oleh

Jualan Sepi, Mama-Mama Minta Pedagang Dipindahkan Ke Pasar Sentral

TIMIKA – Semua pedagang yang kini masih berjualan di Pasar Gorong-Gorong dan Eks Pasar Swadaya diminta untuk dapat dipindahkan semuanya ke Pasar Sentral. Pemindahan ini diharapkan dapat menarik minat para pembeli yang semuanya terpusat di satu pasar saja.

Harapan diungkapkan oleh mama-mama Papua yang berjualan di Pasar Sentral kepada anggota DPRD M Nurman S Karupukaro, Jumat (12/2) lalu.

Salah satu mama-mama, Yosephina Wenda mengatakan, sebelumnya ia berjualan di Eks Pasar Swadaya dan dipindahkan oleh pemerintah ke Pasar Sentral ini. Mama Yosephina yang hanya menjual hasil kebun seperti petatas, keladi dan sayur kangkung ini mengaku jualanya setiap hari tidak pernah habis.

Pembeli sebutnya, sangat sepi di Pasar Sentral. Walaupun salah satunya dikarenakan pembeli malas datang ke Pasar Sentral karena adanya portal otomatis untuk penarikan retribusi kendaraan, namun hal yang paling mendasar kata Mama Yosephina yakni masih banyak penjual di dua pasar sehingga pembeli lebih memilih belanja di sana ketimbang jauh-jauh ke Pasar Sentral.

Pemerintah kata Mama Yosephina, harus tegas memindahkan semua pedagang ke Pasar Sentral. Mereka kata Mama Yosephina sebenarnya lebih memilih berjualan di Eks Pasar Swadaya karena letaknya di tengah kota dan mereka tidak perlu mengeluarkan uang ojek lebih banyak.

“Kami punya jualan ini setiap hari sepi pembeli, tidak ada, sampai setiap hari itu saya harus bawa pulang jualan lagi, tolong kah pindahkan semua pedagang ke sini (Pasar Sentral) biar pembeli itu lari ke sini semua,” pintanya.

Lanjut Mama Yosephina, selain jualan ubi dan sayur mayur yang tidak laku, mama-mama lainya yang menjual sagu juga protes. Sebab, sagu mereka yang ditata di lapak dalam pasar hanya laku tiga buah saja. Dalam sehari mereka hanya bisa mengantongi uang tidak lebih dari Rp 60 ribu saja. Uang ini belum lagi dikeluarkan untuk membayar biaya ojek pulang dan pergi ke pasar.

Jika melihat jerit para mama-mama Papua ini, mereka hanya berharap agar pemerintah melalui dinas teknis terkait bisa dengan tegas memberlakukan proses transaksi jual beli hanya di Pasar Sentral saja. Jika masih ada pasar lain yang beroperasi, mereka khawatir setiap hari jualan mereka tidak akan habis dan mereka bisa rugi. (ami)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *