oleh

Polisi Tahan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur

TIMIKA- Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mimika, telah resmi menetapkan oknum tukang ojek yang diketahui berinisial HI alias AI sebagai tersangka dalam kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/2) kemarin menyebutkan, pihaknya juga telah melakukan penahanan terhadap tersangka HI alias AI guna keperluan penyidikan kasus tersebut.

“Untuk pelakunya sudah resmi kita lakukan penahanan, sambil berkasnya kita siapkan untuk nantinya kita kirim ke jaksa,”ucap AKP Hermanto.

Sebelumnya, seorang anak di bawah umur sebut saja Bunga (14) dilaporkan menjadi korban persetubuhan yang dilakukan oleh tersangka HI alias AI, warga Jalan Sam Ratulangi, gang Pongtiku.

Di mana kronologis kejadian bermula, ketika tersangka HI alias AI berkenalan dengan korban melalui media sosial (Medsos). Kemudian setelah berkenalan, tersangka lalu kemudian berkomunikasi dengan korban melalui medsos.

Dan selang tiga hari kemudian, tepatnya Hari Rabu (3/2) lalu, tersangka lalu mengajak korban untuk pergi dengan alasan ingin membeli makanan di warung.

Kemudian tersangka HI alias AI lalu membawa korban Bunga rumahnya di Jalan Sam Ratulangi Gang Pongtiku. Dan pada saat itu tersangka HI alias AI kemudian merayu korban, untuk melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri.

Selain telah menyetubuhi korban sebanyak 4 kali dalam sehari, tersangka HI alias AI juga sempat merekam video tubuh korban yang dalam keadaan bugil.

Kasus tersebut terungkap, saat korban mengadu kepada orang tuanya terkait video syur itu kepada orang tuanya.

Kemudian ayah korban yang tidak terima dengan perbuatan dari tersangka HI alias AI, langsung melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian dan tersangka akhirnya diamankan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Akibat perbuatannya, tersangka HI alias AI terancam pidana penjara 15 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (tns)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *