oleh

Dispar Terus Lobi Pusat Bantu Selesaikan Ekowisata Mangrove

TIMIKA – Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai mengembangkan pariwisata sebagai salah satu sektor berkelanjutan yang bisa mendatangkan pendapatan bagi daerah. Salah satunya kawasan ekowisata mangrove di Pomako yang sekarang menjadi salah satu destinasi favorit warga Mimika.

Berdasarkan perencanaan pembangunan yang dibuat, dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk pengembangan fasilitas, salah satunya tracking yang dirancang mencapai 3 kilometer dan menjadi tracking mangrove terpanjang di dunia.

Untuk mempercepat pembangunan, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga terus melakukan lobi ke pemerintah pusat agar bisa diberi bantuan anggaran. Seperti pada Tahun 2020 lalu, dimana Disparbudpora mendapat dana hibah yang digunakan membangun fasilitas di ekowisata mangrove seperti tempat parkir dan lapak untuk pedagang kuliner.

Kepala Bidang Pariwisata, Daniel Orun yang ditemui Radar Timika di kantornya, Selasa (16/2) kemarin mengatakan, masih banyak fasilitas yang harus dibangun di dalam kawasan ekowisata. Seperti penambahan jalur tracking lengkap dengan railing.

“Kedepan kita minta bantuan mungkin dengan DAK dan juga bantuan dari pusat. Karena kalau hanya harap APBD, pasti ada, tapi karena ada banyak kegiatan skala prioritas lain yang dibiayai, jadi kita berusaha lobi di kementrian supaya bisa bantu untuk kelanjutan,” terangnya.

Pariwisata diungkapkan Daniel, mampu mendorong perekonomian daerah karena bisa memberikan pendapatan bagi daerah dan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar. Seperti di Pomako, dengan tingginya kunjungan wisatawan maka diharapkan bisa berdampak bagi ekonomi warga sekitar yang merupakan nelayan dan menjual ikan di sekitar Pomako.

Melihat potensi itu maka Disparbudpora akan menjadikan ekowisata mangrove sebagai salah satu prioritas dalam pengembangan. Tracking akan diperpanjang. Juga fasilitas penunjang seperti gedung serbaguna yang bisa dimanfaatkan pengunjung. Dengan tersedianya lapak khusus pedagang, maka kedepan bisa dibuat aturan bagi pengunjung untuk tidak membawa makanan masuk ke kawasan karena dampaknya kebersihan.

Ia juga berharap pengunjung tidak hanya sekadar berfoto tapi bisa mengeksplore soal mangrove. Dimana Mimika memiliki beragam jenis mangrove. Bisa juga mendapatkan informasi soal manfaat mangrove. (sun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *